Media Sosial, Tren Baru Penyebab Perceraian

OPINI : Tak selamanya rumah tangga akan selalu indah,yang dihiasi dengan bunga-bunga cinta. Seperti awal pernikahan dimana cinta itu sangat membara, namun seiring berjalan waktu kian redup dan diterpa berbagai goncangan.

Seperti diera milenial kini ketahanan rumah tangga kian memprihatikan, misalnya saja media sosial (medsos) mampu menggoncang bangunan cinta dan kasih yang terbina sekian masa hanya karena kecemburuan. Media sosial sangat berkembang pesat terbukti dia hampir dimiliki  oleh setiap orang. Namun media juga menjadi suatu momok yang mengkhawatirkan khususnya bagi pasangan suami istri. Bagaimana tidak,ternyata pemicu tingginya angka perceraian itu salah satunya karena media sosial.

Seperti dilansir dari antaranews.com (9/9/2018), pengadilan Agama Kabupaten Karawang, Jawa Barat mencatat kasus perceraian yang terjadi selama beberapa tahun terakhir banyak diakibatkan media sosial. Menurut Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Karawang Abdul Hakim, media sosial seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp menjadi salah satu pemicu perceraian tren baru. Karena sebelumnya kasus perceraian kebanyakan disebabkan faktor ekonomi.

Tingginya angka perceraian ini menjadi tantangan masa kini untuk membangun sebuah peradaban mengingat keluarga memegang peranan sangat penting yaitu pondasi kekuatan bangsa.

Efek Negatif Media Sosial

Di era ini, hampir semua informasi diakses lewat media sosial. Namun, media sosial juga memiliki sisi negatif. Ya, ternyata pendukung tertinggi angka perceraian sekarang karena media sosial. Hal ini bisa terjadi karena pergaulan antara laki-laki dan perempuan tanpa ada batasan baik itu dunia maya maupun nyata.

Tengok saja bagaimana tanpa rasa malu seorang wanita yang berstatus istri mengunggah foto buka aurat di dunia maya yang jutaan orang menyaksikan. Akibatnya mengundang berbagai komentar hingga mengakibatkan kecemburuan seorang suami. Dan juga salah satu pasangan yang aktif  di WhatsApp misalnya,  mengirim pesan romantis pada pihak lain sehingga mengundang kecemburuan dan berujung pada perceraian.

BACA JUGA :   Sebanyak 50 Pelajar SMAN 1 Wawotobi, Ikuti Sosialisasi Tahapan Pemilu

Itulah buah dari Liberalisme (kebebasan) yang diemban dalam sistem sekular ini, yang telah menghilangkan batas- batas norma dan nilai kesopanan sehingga banyak yang kehilangan rasa malu termasuk mengumbar aib rumah tangga dimedia sosial. Dan sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan), telah mengebiri peran agama, yang hanya memandangnya sebatas pada spiritual dan ibadah semata sehingga telah menggerus pemahaman tentang takwa dari standar setiap aktivitas.

Bagaimana Islam Memandang

Sebagai agama yang paripurna, Islam memiliki seperangkat aturan lengkap untuk mengatur manusia. Dalam pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, Islam menghukuminya adalah infishal ( terpisah) dan pergaulan keduanya hanya diperbolehkan hanya dalam beberapa perkara yaitu pendidikan, muamalah dan kesehatan.

Islam juga mewajibkan untuk menutup aurat, menahan pandangan dan menjaga kehormatan. Aturan ini juga berlaku dalam bermedia sosial namun aturan ini harus didukung dengan adanya Negara.

Dalam Islam Negara adalah pelindung dan perisai bagi rakyatnya. Dan Negara akan menerapkan peraturan Islam secara kaffah dan menjadi kewajiban Negara untuk memastikan agar seluruh rakyatnya patuh pada hukum syara. Negara akan mengontrol pergaulan dan perilaku manusia sehingga akan menghindari penyalahgunaan dalam bermedia sosial yang berakibat pada kerusakan rumah tangga.

Keluarga adalah pondasi bangunan masyarakat dan tempat pembelajaran tentang kehidupan pertama dan utama bagi anggota keluarganya. Ketahanan keluarga yang kuat menjadi asas kekuatan suatu bangsa. sehingga Islam sangat serius dalam membahas tentang keluarga termasuk melakukan penjagaan. Maka hanya kembali kepada Islam satu-satunya jalan untuk menghindari perceraian yang disebabkan berbagai macam faktor salah satunya media sosial. Wallahu a’lam bishowab. (***)

Oleh: Winda

(Mahasiswi UHO)

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co