Membangun Kesadaran Politik Umat.

Oleh : Rima Septiani

(Mahasiswi PGSD UHO)

Bukan Islam namanya, jika tak mengatur segala aspek kehidupan, termasuk
bidang politik. Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah SWT yang memiliki
seperangkat peraturan yang sempurna. Apa jadinya, jika agama yang sempurna ini
dimaknai hanya sekedar aturan spiritual, seperti pernyataan salah satu tokoh politik
ketika atmosfir kampanye Pilpres masih memanas. Di mana, Ace Hasan
Syadzilyselaku Juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi – Ma'ruf, mengingatkan
agar tak ada penggunaan isu agama sebagai kendaraan politik.

Kubu Jokowi menilai kampanye Prabowo ekslusif dan kental politik
identitas, serta tidakmencerminkan kampanye nasional yang inklusif seperti yang
diharapkan SBY. "Terlihat jelas kubu 02 ingin menonjolkan penggunaan politik
identitas dengan memobilisasi sentimen pendukung."

Menurut Ace, konsep kampanye Prabowo seperti ingin mengulang sentimen
gerakan 212, mulai dari shalat subuh berjamaah, orasi politik yg dibungkus
tausyiahsampai dengan seruan membaca fatwa MUI.
"Walaupun dibungkus dalam bahasa tausyiah, orasi politiknya penuh dengan
bahasa kebencian dan permusuhan dengan Pak Jokowi,bahkan orasi Rizieq Shihab
kembali membangun framing kubu 02 kalah karena dicurangi," ujar politikus Golkar
ini.
Menurut Ace, tidak ada tawaran ide, program, gagasan yang disampaikan
dan hanya mengandalkan politik identitas. "Pengunaan politik identitas jelas
berbahaya.”Ini juga yang disampaikan Pak SBY, ini akan menarik garis tebal kawan
dan lawan yang akan memecah belah bangsa ini," ujar
dia.(www.tempo.com/7/4/2019)
Perang Melawan Islam ?

Islam adalah agama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW,
yang mengatur hubungan manusia dengan Khaliq-Nya, dengan dirinya dan dengan
manusia sesamanya. Hubungan manusia dengan Khaliq-Nya tercakup dalam perkara

akidah dan ibadah. Hubungan manusia dengan dirinya tercakup dalam perkara akhlak,
makanan, dan pakaian. Hubungan manusia dengan sesamanya tercakup dalam perkara
Mu’amalah dan uqubat(sanksi).

BACA JUGA :   Wamena, siapa yang Semena-Mena ?

Konsep Islam yang begitu utuh menjadikan kaum sekuler tak rela jika Islam
tegak di muka bumi ini. Wajar saja, segala upaya mereka lakukan untuk terus
berupaya memerangi Islam dan kaum Muslim. Menjauhkannya dari politik Islam.
Membuat Umat Islam asing dalam aktivitas politik. Mereka secara jelas,
menjauhkan kaum Muslimin dari identitasnya sebagai umat terbaik.
Salah satunya, menanamkan ide sekulerisme dan liberalisme ke dalam benak
kaum Muslimin.

Pemikiran inilah yang menjadi musuh sejati bagi umat Islam. Melalui
pemikiran liberal ini, Islam sebagaiagama dan ideologi sedikit demi sediikit
mengalami reduksi. Karena itu, umat tentu wajib mewaspadai ragam dan bahaya
pemikiran liberal.Hal yang lebih aneh adalah ketika politik Islam dilabeli dengan
berbagai cap negatif. Kita tentu menolak pandangan ini, karena di dalamnya terdapat
kekeliruan dan penyesatan politik.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co