Menata Ulang Sistem Zonasi PPDB

Ady Akbar S.Pd., M.Pd.
Ady Akbar S.Pd., M.Pd.

Oleh: Ady Akbar S.Pd., M.Pd. (Pendiri Sekolah Literasi Desa Sulsel)


Pemerintah sebagai master design pendidikan terus berupaya melakukan perbaikan kualitas dalam sistem pendidikan nasional kita. Salah satu jalan yang ditempuh adalah penerapan sistem zonasi pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), baik jenjang SMP dan SMA. Baru-baru ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merevisi aturan zonasi PPDB dengan menambah kuota jalur prestasi dari 5 persen menjadi 15 persen. Alih-alih untuk memperbaiki sistem zonasi PPDB, kebijakan ini tetap saja menyulut kontroversi dan menuai protes dari sejumlah masyarakat khusunya dari orangtua siswa. Sejumlah orangtua siswa menilai, kehadiran sistem zonasi hanya membatasi akses peserta didik untuk masuk di sekolah-sekolah yang berkualitas.

Sebagaimana yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 20 Tahun 2019, PPDB dilaksanakan melalui tiga jalur. Pertama, yakni jalur zonasi dengan kuota 80 persen dari daya tampung sekolah. Kedua, jalur prestasi bagi siswa yang berada di luar zona sekolah dengan kuota 5 persen. Ketiga, jalur perpindahan domisili dengan kuota 15 persen. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan bahwa penerapan sistem zonasi dilakukan dalam rangka pemerataan pendidikan yang berkualitas sehingga diharapkan dapat mengatasi persoalan ketimpangan di masyarakat.

Sejak diterapkan setahun terakhir, sejumlah masalah mulai bermunculan di lapangan. Penerapan sistem zonasi diyakini tidak dapat mengakomodasi siswa-siswa yang beprestasi karena besaran kuotanya sangat minim. Selain itu, sejumlah orangtua juga mengkritik bahwa sistem zonasi secara tidak langsung menutup akses siswa untuk masuk di sekolah-sekolah unggulan yang fasilitasnya lengkap dan kompetensi gurunya di atas rata-rata. Di beberapa daerah, sejumlah siswa yang berprestasi tidak dapat masuk di sekolah angulan hanya karena ia tinggal di luar zona sekolah unggulan tersebut.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co