,

MENWA IAIN Kendari Adakan Seminar Bela Negara

Ketgam : Foto bersama usai kegiatan bela negara/foto : Hendra

KALOSARA NEWS : Komando Resimen Mahasiswa (MENWA) Haluoleo satuan 242 jihad chakti Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menggelar seminar bela negara yang bertemakan “Peran Pemuda Dalam Menghadapi Ancaman Proxy WAR di Indonesia” di adakan auditorium IAIN Kendari. Kegiatan ini di buka oleh rektor IAIN kendari, Nur Alim yang di wakili Syahrul Marham, dalam sambutannya, kegiatan bela negara ini telah lama mereka diimpikan, namun baru bisa terlaksana pada kesempatan saat ini.

”Kami cukup lama memimpikan kagiatan- kegiatan ini kami juga berharap kegiatan-kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut tentunya dalam kepentingan bangsa dan negara ini lebih besar” sambutnya Selasa, (18/12/2018).

Dikatakannya, peran pemuda yang ingin di gagas kembali oleh resimen mahasiswa yang pertama adalah menjernihkan kembali cara berfikir yang ke-dua tentang proxy word di masa lalu ketika baca di beberapa literatur poroxy word itu dilakukan oleh negara besar sejak perang dingin hingga saat ini.

“Tugas kita hari ini seperti yang di katakan oleh bung Karno orang Indonesia boleh menjadi Kristen tetapi tidak menjadi Yahudi, kita menjadi Islam tetapi tidak menjadi Arab, kita menjadi Hindu tetapi tidak harus menjadi India. Mudah-mudah apa yang saya maksut sebagai penjernihan pola pikir yang di mulai hari ini dapat kita lanjutkan di hari-hari yang akan mendatang melalui pendidikan dan pelatihan yang akan membuat kesadaran bernegara kesadaran nasionalisme kita, tidak hanya pada pemuda tetapi juga pada seluruh komponen bangsa Indonesi,”tutupnya.

Di tempat yang sama, kolonel Inf. Tri Setio Subagyo selaku kepala Kanwil Kementrian Ketahanan Keamanan Sultra mengatakan ini ada kaitannya dengan ulang tahun Bela Negara yang akan di adakan pada tanggal 19 Desember.

BACA JUGA :   Negara Terjebak Pajak, Islam Solusinya

“Kaitanya dengan bela negara ini maka Resimen Mahasiswa 242 membuat satu seminar tentang bela negara. Adanya lingkungan strategis maka akan timbul proxi suatu bentuk ancaman yang di lakukan oleh non state tetapi aktornya adalah state dan yang di serang ini adalah sendi-sendi kehidupan bangsa baik itu ideologi, politik,sosial, budaya, ekonomi, keaelamatan umum, IT, dan legislatif,” sambutnya.

Dikatakannya, pihaknya akan terus melakukan kegiatan sosialisasi tentang adanya proxi word ini tidak hanya di lingkungan kampus tetapi juga akan menggelar di beberapa kampus dengan kapasitas yang lebih besar lagi sehingga kita antisipasi ke lingkungan pendidikan, kemasyarakatan, dan lingkungan kerja.

“Saya mengharapkan peserta yang ikut dapat memahami bahwa ancaman proxy ini sudah ada di Indonesia, maka mahasiswa itu butuh partisipasi dalam peran membela negara yang selama ini hanya di pahami seperti PBB dan latihan kemiliteran saja itu betul, tapi jika konteksnya mendapatkan ancaman militer asing. Tapi sekarang yang terjadi adalah ancaman proxy sehingga penanganan-penanganan yang sifatnya non fisik,” pungkasnya.

untuk untuk diketahui,  jumlah peserta kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta terdiri dari mahasiswa IAIN Kendari dan beberapa perwakilan dari UHO dan delegasi kampus lainya.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co