Menyorot Kesiapan Buton Menjadi Kawasan Industri

Lina Revolt
Lina Revolt

Oleh : Lina Revolt (Aktivis Muslimah Baubau)


 

Sulawesi Tenggara (Sultra) adalah provinsi yang kaya akan sumber daya alam. Salah satu kebanggaan provinsi Sultra adalah keberadaan aspal minyak, Aspal Buton yang ada di pulau Buton. Aspal Buton diklaim sebagai aspal terbaik di dunia saat ini, dengan cadangan yang melimpah ruah.

 

Akan tetapi, karena pemaksimalan aspal Buton belum sepenuhnya. Pemerintah berwacana untuk menghilirisasi pengelolaan aspal buton agar bisa memenuhi kebutuhan aspal nasional. Pengembangan kawasan industri aspal buton di Pulau Buton menjadi salah satu proyek strategis nasional. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, gubernur Sultra Ali Mazi pasca mendampingi kunjungan kerja (kunker) Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Lahadalia ke Kawasan Pengembangan Aspal Buton di Kabupaten Buton beberapa waktu lalu, Ia langsung melakukan Kunker ke Kantor BKPM di Jakarta  (ZonaSultra.com, 4/3/21).

 

Bukan Sekedar Persiapan Fisik

 

Demi mewujudkan program tersebut pemerintah terus melakukan persiapan. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemko Marves) pada 1 februari lalu mengunjungi Buton untuk meninjau kesiapan industri Aspal Buton (Asbuton) di Pulau Buton. Termasuk juga meninjau kesiapan sarana pendukung lainnya, seperti akses jalan dan pelabuhan untuk mengangkut hasilnya nanti (beritasatu, 2/2/21).

Namun, untuk membangun sebuah kawasan industri tentu bukan hal yang mudah. Butuh kesiapan yang matang agar kehadiran industri tersebut tidak mendatangkan masalah baru bagi masyarakat, bukan sekedar kesiapan sarana fisik saja.  Menurut penulis ada beberapa poin yang perlu disoroti dalam persiapan pembangunan kawasan Industri aspal buton ini, sebagai berikut :

 

Pertama, keberadaan para investor, terutama investor asing.

Menurut data Direktorat Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), jumlah deposit aspal alam Indonesia terbesar ada di Buton, Sulawesi Tenggara. Di mana total sumberdayanya menembus 792,50 juta ton dengan total cadangan sebesar 182,65 juta ton ( kontan.co.id,2/2/21).

BACA JUGA :   Bandara Halu Oleo Kendari: Membuka Ajang Pemilihan Putri Bandara Halu Oleo 2018

 

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co