Miras di Bombana Tinggi, Bukti Regulasi Tak Memberi Solusi!

Cinthia Aristha
Cinthia Aristha

Oleh : Cinthia Aristha, S.K.M


 

Ramai jadi perbincangan perihal minuman keras/alkohol baru-baru ini. Selain menjadi topik pembahasan di parlemen, juga karena merebaknya keresahan masyarakat akibat minuman tersebut, seperti apa yang terjadi di Kabupaten Bombana.

 

Dilansir dari telisik.id, guna menekan penyakit masyarakat yang kian meresahkan warga Bombana, Polisi menggelar Operasi Sikat di penghujung tahun 2020. Dalam operasi ini, Polisi menemukan banyak peredaran minuman keras (miras).

Operasi yang dilakukan kepolisian tersebut merupakan bukti bahwa miras telah menimbulkan kekhawatiran di tengah- tengan masyarakat. Pasalnya, operasi tersebut tidak  hanya mendapati peredaran miras semata melainkan juga dengan penyalahgunaan obat-obatan, narkoba, curas dan tindak premanisme.

Peredaran miras di Kabupaten Bombana terus terjadi, diduga karena tidak adanya Perda yang mengatur tentang larangan miras. Hal ini menyebabkan banyaknya tindak kriminal yang ditangani oleh pihak kepolisan, yang diduga terjadi akibat pengaruh miras.

Menyoal Regulasi Miras

Sampai saat ini peraturan tentang miras hanya berkutat pada pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman beralkohol yang tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 25 Tahun 2019, yang artinya tidak ada larangan dalam masyarakat untuk meminum miras, atau tidak ada pula larangan dalam memperjualbelikan miras tersebut. Hal inilah yang menjadi asal masalah sesungguhnya.

Pasalnya, selain dapat merusak akal miras juga dapat menimbulkan kejahatan, kekerasan, tindak perkosaan dan sejumlah kerusakan lain yang meresahkan masyarakat serta dapat berakibat buruk terhadap kesehatan.

Telah banyak kasus tindak kejahatan yang bermula dari kebiasaan meminum miras. Sebagaimana kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono, selama 3 tahun terakhir 2018-2020 sudah ada 223 kasus kejahatan yang dimulai dari minuman keras/alkohol. Kasus pengadaan miras oplosan pun mencapai 1.045 dalam kurun 3 tahun (Jawapos.com, 14/11/20).

BACA JUGA :   Polda Sultra Musnahkan Sabu 1.396. 13 gram 

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co