Moderasi Beragama dalam Balutan Bingkai Pendidikan

ilustrasi KN
83821315

Oleh: Ummu Ashim Billah


 

Pasca pengumuman tujuh kampus oleh BNPT pada juni 20018 (detiknews/22 nov 2018), dan rilis Setara Institute (2019) yang menyebut 10 Perguruan Tinggi Negeri (UI, IPB, ITB, UGM, UNY, Unibraw, Unair, Unram, UIN Jakarta, dan UIN Bandung) terpapar paham radikalisme (suara.com-13/03/2021), pemerintah semakin mengintensifkan kordinasi dengan pimpinan perguruan tinggi. Sejumlah langkah dilakukan dalam rangka menghindari stigma tersebut. Mulai dari profiling dosen dan mahasiswa, pengawasan terhadap media sosial, hingga pembinaan. Sebuah langkah inferior kampus demi menghindari citra negatif yang sengaja disematkan.

Presiden Jokowi kemudian memperluas ruang lingkup pemberantasan terorisme dan radikalisme di lingkungan kampus sehingga tidak hanya menjadi kewenangan lembaga Negara seperti Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, BNPT, Polri, dan TNI, namun juga menjadi tanggung jawab organisasi masyarakat khususnya yang berbasis Islam (kompas.com-07/06/2018). Menyambut seruan itu, kalangan ormas Islam pun ikut menyuarakan narasi perang terhadap terorisme dan radikalisme ketika Indonesia kembali terpilih menjadi anggota Dewan Keamanan PBB. Melalui Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini  menyatakan “Indonesia harus bisa menjadi rujukan dan referensi bukan saja dalam hal komitmen untuk memberantas terorisme dan radikalisme, namun juga soal model dan penangananya.” (kompas.com-10/06/2018).  Pihak lain seperti Bambang Soestayo selaku ketua DPR kala itu, memberikan penekanan pentingnya nilai-nilai Islam moderat di kampus dan menghimbau agar para pegiat Islam moderat mampu mengajak generasi muda untuk bersikap dinamis dan insklusif (kompas.com-12/06/2018).

Istilah moderasi sama dengan moderat, lawan dari ekstrem atau berlebihan dalam menyikapi perbedaan dan keagamaan. Konsep moderasi beragama dimaksudkan untuk menjalani Islam secara inklusif atau terbuka, toleran, dan tidak mempertentangkan antara agama dan nilai-nilai di luar Islam (Akhmadi, 2019; Kemenag, 2019). Pemerintahpun memperkuat program moderasi beragama dengan memasukannya dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024.

BACA JUGA :   Polisi Tangkap Sudarmanto Tersangka Penusuk Isteri Sendiri

Sikap Terbuka Kampus Menyambut Program Moderasi

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co