Musik Bambu SDN Lalosabila Kenalkan Kearifan Lokal Budaya Tolaki

Foto – Siswa Siswi SD Negeri Lalosabila saat pentas musik bambu Hari Ulang Tahun Kab.Konawe Ke 57 (KalosaraNews/Randa)

KALOSARA NEWS.COM – Peran masyarakat konawe dalam menjaga kearafian lokal budaya Tolaki khususnya suku Tolaki itu sangat dibutuhkan, hal itu bertujuan agar budaya yang telah ditinggalkan para leluhur mampu terjaga dari hempasan erah moderen saat ini.

Seperti halnya yang dilakukan siswa/siswi Sekolah Dasar Negeri Lalosabila yang kini telah berfokus mensosialisasikan seni budaya Tolaki melalui musik bambu.

Sekolah Dasar (SD) Lalosabila terletak di Keluarahan Tuoy, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe pada setiap lawatannya mengisi undangan seromonial kini selalu menyajikan lagu lagu genre kesenian suku tolaki.

Meski menggunakan musik bambu, namun peran siswa/siswi ini patut mendapat apresiasi, betapa tidak melalui musik bambu beberapa

syair lagu Tolaki telah mereka perdengarkan pada khyalayak. Lagu tolaki yang mereka kerap pentaskan yakni, Lebono Wuta Konawe, Wulele Sanggula dan Nomowingi Pewangu Ibio.

Dengan demikian beberpa judul lagu Tolaki yang mereka pentaskan melalui musik bambu, bukan hal yang gampang dengan se usia mereka, namun berkat tekat dan niat membuat mereka mampu menghapal syair lagu tersebut.

Bukan hanya di konawe anak anak ini mereka telah sering mengikuti lomba musik bambu, baik tinggkat provensi maupun tingkatnasional, tak tanggung tanggung setiap ke ikut sertaan mereka dalam mengikuti lomba selalu membawa hasil yang baik.

Kepala SDN Lalolosabila Hasramin S.pd menuturkan, sebelum ia menjabat sebagai kepala sekolah di SD tersebut, latihan musik bambu telah ada, Dikataknnya, musik bambu yang saat ini ia bina tinggal melanjutkan dari kepala sekolah sebelumnya. “sebelum saya disini anak sudah latihan, bahkan sudah sering tampil di kegiatan kegiatn seremonial,” ungkapnya Hasramin

Menurutnya Hasramin, musik bambu tradisonal ini tetap di pertahankan dan dikembangkan agar anak anak di masa yang akan datang tetap mengetahuinya, namun  Ia menilai, ahir-ahir ini pelatih musik bambu tersebut sudah mulai berkurang. Bahkan kata Dia musik bambu ini terancam punah.

“musik bambu ini terancam punah, hal itu diakibatkan minimnya pelatih yang mempuni, saat ini kami upayakan agar penampilan kami dalam mengisi undangan serominial selalu menampilkan lagu lagu tradisional dan nasional,” tuturnya di rungan kerjanya.

Dikatakannya, perlu adanya regenerasi pelanjut untuk menjadi pelatih musik bambu tradisional ini yang diharapkan agar dapat berkesinambungan. Pelatih musik bambu ini pelatih yang memiliki pengetahun yang mempuni pada lagu lagu tradisional. hal itulah yang akan tetap menjaga ke arifal lokal budaya kita (Tolaki).

“saat ini anak didik kami fokuskan menggali lagu lagu tolaki, pelatih kami memberikan dua jenis lagu pilihan, lagu nasional dan lagu daerah, alhamdulila anak anak kami telah mengusai beberapa lagu lagu daerah,”  Ungkapnya

Kepala SDN Lalolosabila Hasramin S.pd

Anggota musik bambu yang kini ia bina sebanyak 25 orang, ke 25 orang ini khusus pemegang alat musik bambu, namun itu belum termasuk dengan pemegang alat musik gambus.

Ia berencana kedepannya dalam pementasan dalam setiap acara seremoni maupun lomba akan ia ikutkan pemain gambus, namun saat ini peserta didiknya belum ada yang di ajakarkan gambus, karena belum memiliki alat musik gambus. “kedepannya dalam setiap pentas kami akan ikutkan gambus, tapi anaknya harus di ajar dulu,” pungkasnya

Hasramin mengatakan, ia fokuskan pada lagu lagu tradisional kepada siswa siswinya, Ia menilai, bahwa lagu tersebut terancam punah, dengan demikian melalui pembelajaran budaya tolaki akan terangkat kepermukaan lagu lagu tersebut, ” jadi kami disini tidak hanya

semata-mata mengara ke lagu lagu nasional, dangdut, saat ini kami banyak menggali aneka lagu lagu daerah tolaki, selain dari musik bambu juga kami selalu sisipkan dalam kegiatan pembelajaran,” pungkasnya seraya  berharap agar semua pihak andil dalam menjaga kearifan budaya suku tolaki yang saat ini anak anak sekolah sudah banyak yang tidak tahu baik itu sejarah maun lainnya tentang suku tolaki. (***)

Reporter : Nasrun

 

error: Hak Cipta dalam Undang-undang