Narkoba Marak, Butuh Solusi Sitemik

Kendari Pos – Mereka menjadikan Sulawesi Tenggara (Sultra) sebagai pasar Narkota. Polda Sultra, Brigjen Pol Iriyanto mengatakan peredaran narkotika di Sultra kian massif. Para bandar yang sudah tertangkap merupakan bagian dari jaringan Nasional dan Internasional. Sangat banyak kerugian dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Selain menghambat kemajuan negara, narkoba merupakan ancaman bersama seluruh elemen di negeri ini. “Kita semua ikut bertanggungjawab dalam pemberantasan narkoba. Ini adalah proxy war tidak hanya tanggung jawab Polda Sultra tetapi seluruh komponen elemen negara” tegas Brigjen Pol Iriyanto saat memimpin pemusnahan narkoba jenis sabu sebanyak 1.653,29 gram di halaman Mapolda Sultra, Selasa (25/9)

Kapolda merinci beberapa tersangka yang diamankan adalah beberapa jaringan Internasional. Sembilan diantaranya masuk jaringan Nasional yang berhasil ditangkap Mabes Polri itu patut di apresiasi sehingga kasus narkoba dapat ditekan. Brigjen Pol Iriyanto menekankan upaya meningkatkan pencegahan dengan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkotika dan tidak memberi ruang terhadap peredaran.

Narkoba: Bahaya Nyata

Narkoba merupakan salah satu jenis obat-obatan yang sangat berbahaya. Pasalnya bukan hanya merusak tubuh melainkan akal pun akan terganggu. Sebab siapapun yang sudah mencoba akan menjadi ketergantungan dan tak sadarkan diri (sakau).

Di Kendari sendiri telah menjadi korban kasus narkoba terparah, salah satunya kasusnya yaitu PCC, dimana banyak masyarakat mencoba hingga meregang nyawa. Tak tanggung-tanggung bukan satu dua pil bahkan lebih dari itu. Selain itu, di dalam jajanan anak ditemukan bahan dasarnya dicampurkan dengan narkoba. Sehingga banyak anak-anak yang menjadi korban.

Narkoba adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan bahan adiktif lainnya. Istilah lainnya adalah Napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif), istilah ini banyak dipakai oleh para praktisi kesehatan dan rehabilitasi. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri serta dapat menimbulkan ketergantungan.

BACA JUGA :   Populasi Sapi di Konawe Tahun 2017 Capai  45.692 Ekor

Secara umum narkoba berpengaruh pada : (1) Stimulan, merangsang sistem saraf pusat dan meningkatkan kegairahan dan kesadaran. Obat ini dapat bekerja mengurangi rasa kantuk karena lelah, mengurangi nafsu makan, mempercepat detak jantung, tekanan darah dan pernafasan. (2) Halusinogen, dapat mengubah rangsangan indera yang jelas serta merubah perasaan dan pemikiran sehingga menimbulkan kesan palsu atau halusinasi.

Butuh Peran Semua Pihak

Peranan keluarga dalam hal ini sangat dibutuhkan dimana perkembangan anak sangat berpengaruh terhadap tingkat perhatian keluarga. Di tengah arus liberalisasi ini anak akan diberikan berbagai macam budaya atau kebiasaan ala Barat dimana sangat menjadi pengaruh besar bagi tumbuh kembangnya. Saat dalam keluarga tak di dapati kenyaman ataukah perhatian maka ia akan berinteraksi di masyarakat.

Sedangkan dalam sistem kapitalisme sendiri masyarakat memiliki perbedaan dalam perasaan, pemikiran serta aturan. Masing-masing individu hanya akan sibuk mengurusi urusannya dan bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Sehingga ia akan terabaikan dan tak akan ada yang menegur. Saat anak ataukah orang dewasa kurang diperhatikan kemudian dijejali obat terlarang tersebut maka hidupnya akan terus terikat pada belenggu maksiat. Karena akan membuatnya menjadi lupa diri dan mencoba hal lain seperti minum-minuman keras dan sebagainya.

Gaya hidup yang berkiblat pada budaya Barat adalah racun yang sangat mematikan. Sebab setiap manusia yang masuk ke dalam lingkarannya maka tak akan bisa keluar. Terus-menerus hidup bebas tanpa menjadikan agama sebagai pondasi ataukah way of life (jalan hidup).

Pemerintah pun memiliki peran penting dalam menangani persoalan ini. Apabila hukum yang ada ditegakakan sebagaimana fungsinya maka narkoba tidak akan menjadi racun bagi generasi bangsa. Kurang tegasnya peran pemerintah justru semakin membuat masyarakat banyak yang terjerumus pada kemaksiatan.

BACA JUGA :   Rusdianto Terpilih Secara Aklamasi Pimpin KADIN Konawe

Islam Punya Solusi

Seorang pakar kesehatan pernah mengatakan, “yang namanya narkoba pasti akan mengantarkan pada hilangnya fungsi kelima hal yang islam benar-benar menjaganya, yaitu : merusak agama, jiwa, akal, kehormatan dan harta.

Para Ulama sepakat haramnya mengkonsumsi narkoba ketika dalam keadaan darurat. Ibnu Taimiyah r.a berkata, “Narkoba sama halnya dengan zat yang memabukkan diharamkan berdasarkan kesepakatan Ulama. Bahkan setiap zat yang dapat menghilangkan akal, haram untuk dikonsumsi walau tidak memabukka.” (Majmu’ Al Fatawa, 34 : 204)

Dan dalam Negara Islam wajib bagi setiap pemimpin untuk menjaga masyarakatnya, menerapkan aturan sesuai aturan Pencipta sehingga barang haram tersebut tidak beredar secara luas. Dan memberikan sanksi tegas terhadap para pelaku baik pengguna maupun pengedar agar merasa jera atas apa yang dilakukan. Serta kondisi masyarakat yang tidak islami menjadi salah satu akibat menyebarnya penggunaan narkoba saat ini.

Tugas kepala dalam hal ini adalah menjaga kemurnian agama, membuat keputusan hukum yang tegas, menjaga kemurnian nasabi, menerapkan hukum pidana Islami, menjaga keamanan wilayah dengan kekuatan militer, mengorganisir jihad dalam menghadapi pihak yang menentang dakwah islam, mengumpulkan dan mendistribusikan harta rampasan perang dan zakat, membuat anggaran belanja negara, melimpahkan kewenangan kepada orang-orang yang amanah, dan melakukan pengawasan melekat kepada hirarki dibawahnya, sekalipun dengan alasan kesibukan beribadah.

Sementara Ibnu Hizm dalam “Mihal wa an Nihal” berpendapat bahwa tugas pemimpin adalah menegakkan hukum dan konstitusi, menyiarkan islam, menyingkirkan kedzoliman dan menyediakan kebutuhan bagi setiap orang. Sebagaimana dalam Q.S Ali-Imran : 104 “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang yang beruntung.”

BACA JUGA :   Rujab Bupati Koltim Tahun Ini, Bisa Ditempati

Sehingga jika sistem islam diterapkan sebagai aturan suatu negara, maka sudah dipastikan dapat menjadi solusi terbaik dalam memecahkan setiap persoalan yang ada baik apakah di dalam maupun luar negeri. Wallahu a’alam bisshawab. (***)

 

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co