,

Narkoba Menggurita di Kota Bertakwa

Siti Eva Rohana, S.Si

Oleh : Siti Eva Rohana, S.Si


Narkoba menjadi barang terlarang namun berhasil memikat banyak orang. Banyak upaya telah dilakukan namun justru mengalami peningkatan. Kota Kendari khususnya yang dikenal sebagai sebutan kota bertakwa ini menjadi kota yang tak pernah absen bahkan mengalami peningkatan penggunaan narkoba disetiap tahunnya.

Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebutkan bahwa berdasarkan hasil pemetaan sepanjang tahun 2020, terdapat 16 kelurahan masuk kategori daerah zona merah bahaya narkoba di Kota Kendari (antaranews.com, 30/01/21). Anehnya hasil pemetaan Daerah Rawan di Provinsi Sulawesi Tenggara (SULTRA) tahun 2020 menunjukan adanya peningkatan. Berbanding terbalik dengan hasil tangkapan dan barang bukti yang mengalami penurunan di tahun yang sama (topiksultra.com).

Tercatat pada tahun 2018 terdapat 9 (Sembilan) daerah meningkat di tahun 2020 menjadi 16 (enam belas) daerah rawan narkoba di Sultra. Hal tersebut tentu menjadi misteri yang perlu dipecahkan karena seharusnya bertambahnya wilayah penyebaran narkoba berbanding lurus dengan bertambahnya hasil tangkap dan barang buktinya. Penyebaran narkoba yang terus meningkat  perlu menjadi perhatian bersama. Banyak upaya yang telah dilakukan pemerintah namun keberadannya justru semakin mengancam dan berbahaya.  Dikutip dari bnn.go.id ada banyak bahaya narkoba bagi hidup dan kesehatan, di antaranya adalah:

Penyalahgunaan zat tersebut bisa menyebabkan keseimbangan elektrolit berkurang. Akibatnya badan kekurangan cairan. Jika efek ini terus terjadi, tubuh akan kejang-kejang, muncul halusinasi, perilaku lebih agresif, dan rasa sesak pada bagian dada. Jangka panjang dari dampak dehidrasi ini dapat menyebabkan kerusakan pada otak.

Halusinasi menjadi salah satu efek yang sering dialami oleh pengguna narkoba seperti ganja. Tidak hanya itu saja, dalam dosis berlebih juga bisa menyebabkan muntah, mual, rasa takut yang berlebih, serta gangguan kecemasan. Apabila pemakaian berlangsung lama, bisa mengakibatkan dampak yang lebih buruk seperti gangguan mental, depresi, serta kecemasan terus-menerus.

BACA JUGA :   Pemda Konut Raih Penghargaan Sakip Dari Menpan - RB

 

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co