, ,

Narkoba Meningkat, Islam Solusinya

Oleh: Sitti Sarni,S.P

(Founder Komunitas Pejuang Islam)

OPINI : Pengguna narkoba kini menyusupi ASN. Barang haram ini bukan menjadi lagi rahasia, akan tetapi narkoba kini menjadi perbincangan publik seperti yang dilansir  zonasultra Com. Peredaran dan pengunaan Narkoba di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) semakin meningkat sepanjang tahun 2018 ini.

“Kasus Narkoba di Bombana saat ini semakin meningkat khususnya di tahun 2018. Di mana, sudah ada 13 kasus Narkoba sejak Januari per Agustus 2018,” ungkap Muhammad Salam dalam sosialisasi pencegahan, pemberantasan, peredaran dan penyalahgunaan gelap Narkoba (P4GN) di salah satu aula Kantor Bupati setempat, Selasa (4/12/2018).

Mantan Kapolsek Poleang Timur Bombana ini menyebutkan dari 13 kasus yang temukan, beberapa di antaranya merupakan kalangan ASN dan Pemangku jabatan tingkat bawah serta berasal dari masyarakat di beberapa Kecamatan.“Kami sangat mengharapkan kerjasama yang baik dari seluruh elemen agar saling mengingatkan dan mmenjauhi peredaran Narkoba,” pintanya.

Untuk pencegahan, pemberantasan, peredaran dan penyalahgunaan gelap Narkoba P4GN itu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bombana mengumpulkan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah itu. Kegiatan yang selenggarakan itu tak hanya diikuti ratusan ASN, nampak juga pejabat lingkup Pemda. Bombana.

Acara ini dipandu oleh pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra bersama beberapa instansi penegak hukum, seperti Kejaksaan, Kepolisian dan TNI di wilayah hukum Kabupaten Bombana.Kepala Seksi Pencegahan P2M BNNP Sultra, Mindrayatin menyampaikan bahwa pihaknya tak hentinya memberi arahan ke seluruh masyarakat di Sultra terkait bahaya Narkoba. Utamanya, bagi ribuan ASN di lingkup Pemkab Bombana.

Hukuman Tak Jera

Tingginya angka penyalagunaan Narkoba telah menjadi keresahan semua pihak yang peduli akan masa depan negri ini. Salah satu hal yang telah disadari oleh semua pihak adalah ringannya hukuman bagi fasilitator penyalagunaan Narkoba (Produsen,Bandar,kurir dkk) dan lemahnya penegakan hukum di negri ini.

BACA JUGA :   Soal Penurunan Plan Polisi Line di PT Geocel, Begini Tanggapan Ramli

Selain itu paradigma yang tidak tepat dalam memandang penyalahgunaan Narkoba, apakah sebagai korban atau pelaku tindak kejahatan juga menyebabkan tingginya angka penyalahgunaan. Pemerintah selama ini, menganggap pengguna narkoba sebagai korban, bukan sebagai pelaku kejahatan. Oleh karenanya, alih-alih dihukum karena telah merugikan orang lain dan negara, mereka malah cenderung “dimanja” dengan dimasukan ke panti rehabilitasi. Akibatnya orang tidak akan takut menyalahgunakan Narkoba karena merasa aman dari hukuman.

Islam Solusi Tuntas Berantas Narkoba

Islam adalah satu-satunya agama yang benar. Jika ingin mencari solusi yang benar, maka rujuklah pada islam.”islam adalah solusi” demikian kata Hasan Al Bana-rahimahullah-.Islam memiliki solusi untuk segala macam persoalan di dunia, termasuk masalah Narkoba.

Meminjam perkataan KH.Shiddiq Al Jawi dalam tulisannya yang berjudul “Hukum Seputar Narkoba dalam Fiqih Islam” dalam khazanah fiqih kontemporer, Narkoba disebut sebagai “al mukhaddirat”. Dikategorikan dalam fiqih kontemporer karena Narkoba adalah masalah baru, yang belum ada masa imam-imam mazhab yang empat. Narkoba baru muncul di Dunia Islam pada akhir abad ke 6 hijriyah.

Meskipun perkara baru, tidak ada perbedaan pendapat dikalangan ulama tentang keharamannya. Menurut beliau, Narkoba diharamkan karena dua factor: pertama, ada nash yang mengharamkan Narkoba, yakni hadist dari ummu Salamah ra, bahwa Rasulullah SAW telah melarang dari segala sesuatu yang memabukan dan melemahkan (HR. Ahmad, Abu Dawud no 3686). Kedua, karena menimbulkan bahaya bagi manusia.

Berdasarkan hal tersebut, maka islam memandang bahwa baik pengguna maupun fasilitator penyalahgunaan Narkoba adalah pelaku tindak kejahatan yang harus diberikan sanksi. Penyalahguna Narkoba itu bukan korban karena mereka dengan sadar menyalahgunakan Narkoba tersebut. Bahkan mereka secara sadar mencari, membeli, untuk mendapatkannya.

BACA JUGA :   Korupsi Kian Melenggang, Aturan Tumpul Menyengsarakan

Sanksi yang diberikan tentu saja berbeda, berdasarkan tingkat kejahatan yang mereka lakukan. penyalahguna yang baru pertama kali menggunakan dan produsen akan mendapatkan sanksi ta’dzir yang berbeda. Ta’dzir yang diberikan bahkan bisa sampai pada hukuman mati atau hukuman lain yang akan membuat orang lain jera sehingga tidak akan melakukan tindak kejahatan tersebut.

Tentu saja pemberian hukuman yang tegas ini bukan satu-satunya cara yang dimiliki Islam untuk menghentikan penyalahgunaan Narkoba. Sangsi hanyalah salah-satu upaya dari sisi kuratif. Namun, ketaqwaanlah yang akan mencegah tiap-tiap individu dari penyalahgunaan Narkoba.

Dalam kehidupan Islam, juga terdapat kontrol masyarakat yang kuat berupa dakwah memahamnya sesame muslim yang akan meminimalkan dan mencegah anggota masyarakat melakukan tindak kejahatan. Selain itu penerapan hukum-hukum Islam diseluruh aspek kehidupan kehidupan, termasuk kehidupan pribadi, bermasyarakat dan bernegara. Waallahu A’lam Bi Shawab

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co