Narkoba Sama Haramnya dengan Khamar

Ketgam : Ulfah Sari Sakti
Ketgam : Ulfah Sari Sakti

Penulis: Ulfah Sari Sakti,S.Pi

(Jurnalis Muslimah Kendari)

Darurat Mumbul yang terjadi di dua Kecamatan (Tongauna dan Soropia) di Kabupaten Konawe pada bulan Desember 2018 ini kembali membuat masyarakat Sultra terhentak pasalnya pasca viral pada September 2017, mumbul kembali muncul di bumi Sultra tepatnya di kecamatan yang menurut sebagian orang bahwa kecamatan belum setercemar alias tercemar parah dibandingkan dengan kabupaten/kota dalam penggunaan narkoba.

Dalam situs www.sultrakini.com, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Konawe, Cici Ita Ristianty menyatakan menerima banyak aduan tentang kasus Mumbul di dua Kecamatan yaitu Kecamatan Tongauna dan Soropia.  Cici mengatakan pihaknya memang telah menetapkan Tongauna sebagai daerah siaga satu terkait kasus anak.  Sementara Soropia, ia mengaku pihaknya akan melakukan penyuluhan agar barang bukti terkait aduan ditemukan, sehingga segera dapat diteliti pihak BNN.

Tentang Mumbul (Pil PCC)

BNNtelah meneliti Mumbul yang ditemukan di Sultra, obat yang dikonsumsi sejumlah orang pada September 2017 merupakan jenis paracetamol cafein carisoprodol (PCC) yang dilarang dan Carisoprodol telah ditarik  oleh BPOM pada tahun 2008 lalu.  Ada juga PCC yang dikonsumsi dicampur somadril dan tramadol.  Carisoprodol sangat berbahaya karena berpengaruh keada saraf dan otak, tepatnya efekya bisa melemaskan otot dan menghambat rasa sakit antara saraf dan otak, serta membuat pengkonsumsinya kecanduan dan hilang kesadaran.  (www.kapanlagi.com/15/9/2017).

 

Narkoba dan Pandangan Islam

Dalam istilah para ulama, narkoba masuk dalam pembahasan mufattirot (pembuat lemah) atau mukhoddirot (pembuat mati rasa).  Tidak diragukan lagi narkoba bisa mengacaukan, menutup dan mengeluarkan akal dari fungsinya yang dapat membedakan baik dan buruk sekaligus memutuskan segala sesuatu.  Adapun bahaya narkoba yaitu (1) Depresan (2) Stimulan dan (3) Halusinogen.  Disis lain menyebabkan bahaya (1) bahaya pribadi(2) bahaya keluarga (3)bahaya sosial serta (4) bahaya bagi bangsa dan negara.

BACA JUGA :   Coffe Morning Pers dan LSM Jadi Agenda Rutin DPRD Konawe

Dalil Haramnya Narkoba

Para Ulama sepakat, haramnya mengkonsumsi narkoba ketika bukan dalam keadaan darurat.  Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,”Narkoba sama halnya dengan zat yang memabukkan diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama.  Bahkan setiap zat yang dapat menghilangkan akal, haram untuk dikonsumsi walau tidak memabukkan” (Majmu Al Fatawa,34 : 204).

Dari Ummu Salamah, ia berkata, Rasulullah saw melarang dari segala yang memabukkan dan mufattir (yang membuat lemah)” (HR Abu Daud no 3686 dan Ahmad 6 : 309).

Juga hadits tentang keharaman menggunakan barang yang menghilangkan kesadaran,“Tiap-tiap barang yang memabukkan adalah haram” (HR Bukhari dan Muslim).

 

Hukuman Pelaku dan Pengedar Narkoba

Sebagai zat haram, siapa saja yang mengkonsumsi, mengedarkan dan memproduksinya berarti telah melakukan tindakan kriminal (jarimah) yang termasuk sanksi ta’zir, dengan bentuk, jenis dan kadar sanksi diserahkan kepada ijtihad khalifah atau qadhi, mulai dari sanksi ekspose, penjara, denda, jilid hingga hukuman mati (tentunya disesuaikan dengan dampak yang ditimbulkan).

Dari segi dampak yang ditimbulkan, pelaku dan pengedar narkoba lebih layak mendapatkan hukuman qishas dibandingkan orang yang membunuh seorang atau dua orang.  Ibnu Taimiyahpernah ditanya mengenai apa yang wajib diberlakukan terhadap orang yang mengisap ganja dan orang yang mendakwakan bahwa semua itu jaiz, halal, dan mubah?

Memakan (mengisap) ganja yang keras ini terhukum haram, ia termasuk seburuk-buruknya benda kotor yang diharamkan.  Sama saja hukumnya, sedikit atau banyak, tetapi megisap dalam jumlah banyak dan memabukkan adalah haram menurut kesepakatan kaum muslim.

Secuil fakta penggunaan mumbul pada dua kecamatan di Kabupaten Konawe Utara tersebut menunjukan bahwa sistem sekuler (pemisahan agama dari kehidupan), membuat masyarakat menjadi hedonisme yaitu menjadikan kenikmatan materi sebagai tujuan hidup bukan lagi tujuan hidup untuk beribadah kepada Allah swt.  Dengan begitu tidak ada lagi solusi ampuh selain menegakkan hukum-hukum Allah (hukum syariah), dengan tidak lupa menjaga diri dan keluarga dari serangan narkoba, diantaranya mengajarkan agama sebagai pondasi hidupdan senantiasa memilih lingkungan pergaulan yang sesuai dengan syariat Islam.  Wallahu’alam bishowab. (***)

BACA JUGA :   Personil Sentra Gakkumdu Harus Ditingkatkan Dengan Pelatihan

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co