, , , ,

Negara Santai Awas Musuh Mengintai

ilustrasi
ilustrasi

Oleh: Arastika Safitri  

(Guru dan Pemerhati anak, member Akademi Menulis Kreatif)

Indonesia sedang berada di atas awang-awang, pasalnya terdapat laporan terbaru dari agen perjalanan wisata dari Inggris, menyebutkan bahwa Indonesia menduduki peringkat teratas sebagai Most Chilled Out Countries in The World, atau Negara Paling Santai di Seluruh Dunia, mengalahkan 15 negara-negara lainnya yang masuk dalam daftar Lastminute.com dalam kandidat destinasi wisata terbaik.

Seperti dilansir oleh Tribun Travel.com (26/01/2019) menurut mereka, gelar santai ini disematkan kepada Indonesia dimaksudkan dengan hal-hal positif yang berhubungan dengan relaksasi dan cocok sebagai destinasi liburan.

Indonesia masuk dalam daftar urutan teratas dengan berbagai pertimbangan faktor.  Mulai dari faktor cahaya (lingkungan) yang unggul dari semua negara, budayanya yang beragam, banyaknya cuti tahunan, dan Hak Asasi Manusia (HAM), juga didukung dengan banyaknya lokasi spa atau retreat lainnya.

Dari sederetan penelitian tersebut memang tidak dapat dipungkiri, bahwa Indonesia memang dikaruniai oleh Allah dengan alam yang begitu eksotik serta ragam pernak-perniknya yang menawan. hal ini patut kita syukuri karena Allah memilih kita untuk tinggal di bumi yang begitu kaya nan indah ini.

Akan tetapi apabila ada pertanyaan yang menyatakan bahwa, pantaskah kita berbangga dengan gelar yang disematkan oleh mereka yang mengatakan Indonesia sebagai Most Chilled Out Countries in The World atau Negara paling santai di dunia? Tunggu dulu.

Walau menurut mereka gelar tersebut bermakna positif, akan tetapi perlu kita renungkan kembali serta mewaspadai, ada maksud apa sebenarnya di balik semua itu? Terlebih lagi yang melontarkan pernyataan tersebut berasal dari kaum-kaum liberal yang dominan pemikiran mereka hanya orientasi kesenangan dunia semata tanpa memperhatikan nilai-nilai yang berasal dari Rabb-Nya, alias selalu memisahkan antara urusan dunia dengan akhirat.

BACA JUGA :   Perda Adat Upaya DPRD Konawe Menjaga Kearifan Budaya Lokal

Jika kita telusuri lebih dalam lagi, ada fakta lain berbicara bahwa mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim dengan prosentase mencapai di atas 80%. Jumlah yang tidaklah sedikit jika digunakan untuk mengumpulkan kembali kekuatan kaum muslimin, membangun kembali kejayaan peradaban islam seperti masa kegemilangan islam di masa lampau.

Ditambah lagi pertumbuhan dakwah di Indonesia mengalami fase yang menggembirakan, mulai dari masuknya nilai-nilai islam dalam aspek kehidupan di bidang social, politik dan ekonomi. Walaupun belum menyeluruh, akan tetapi umat semakin sadar bahwa islam bukanlah agama yang mengajarkan pemisahan antara urusan dunia dan akhirat. Islam bukan hanya agama ritual, akan tetapi juga mengajarkan tentang semua hal kehidupan sekecil apapun hal itu.

Hal ini yang yang menjadi modal utama dan menjadi daya tarik negara-negara Islam lain, karena potensi yang dimiliki Indonesia cukup diperhitungkan untuk menjadi negara yang mengawali kebangkitan Islam selanjutnya. Tinggal bagaimana kesiapan Indonesia untuk menjawab harapan Negara Islam lain.

Jadi sebenarnya bisa kita pastikan, bahwa ada skenario global untuk memandulkan potensi tersebut dengan mempropagandakan indonesia sebagai negara destinasi pariwisata terbaik yang berdampak masifnya proses liberalisasi dan sekulerisasi melalui pariwisata.

Penguasa dengan segala aturannya sekarang tidak akan mampu membendung agenda kaum liberal yang menggencarkan pariwisata international yang hanya mengedepankan komersialisme, eksploitasi sumber daya alam, seks bebas, dan jalinan kemitraan usaha jasa (travel, transportasi, akomodasi, hiburan, entertainment), kebanyakan dari itu tidak jauh-jauh dari kemaksiatan.

Kaum muslimin layaknya harus  waspada dan berupaya membangun kesadaran ideologis umat atas upaya penjajahan negara barat, melakukan kasyful khuthath, dan berjuang menegakkan institusi yang mampu melawan setiap upaya penjajahan. (***)


Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co