Nikah Muda, Ancamankah Bagi Generasi?

Ilustrasi nikah muda
Ilustrasi nikah muda

Oleh : SULASTRI


Menikah adalah proses kompleks yang sangat melibatkan fisik, pikiran, mental, perasaan dan keberanian dalam menempuh kehidupan yang berbeda, karena pada saat itu seseorang mulai memvariasikan hidupnya dengan menjadi bagian dari hidup orang lain. Menikahpun merupakan sunah Rasulullah, sebagai solusi untuk mencegah dari perbuatan zina. Namun, karena berkembangnya zaman dan kebutuhan, maka pernikahan pun harus melalui proses dan syarat yang rumit.

 

Seperti dilansir Buton pos, senin 9/3/20 Kementrian Agama(Kemenag) Kab. Buton Tengah terus mensosialisasikan UU No 16 tahun 2019 tentang perubahan UU. no 1 tahun 1974 tentang UU perkawinan dijajarkan dibawahnya untuk disosialisasikan kepada masyarakat. UU No 16 th  2019 yang ditekan Presiden RI Jokowi pada tanggal 14 oktober 2019 itu, menekankan pasangan yang belum berusia 19 tahun dilarang menikah, Kemenag tidak akan memproses surat nikahnya, kecuali ada putusan pengadilan yang mengizinkannya kàrana keadaan mendesak disertai bukti bukti.

 

Usia, sebenarnya bukan menjadi halangan untuk menikah. Ketika kedua pasangan telah mempunyai visi dan misi yang sama untuk berumah tangga dan kebulatan tekad untuk hidup bersama, serta restu dari kedua belah pihak, maka pernikahan adalah Jalan Terbaik. Namun, seringkali alasan usia muda menghalangi sebuah pernikahan seperti yang terjadi di daerah Buton Tengah. Sebagian besar pasangan memilih  menikah di usia yang relatif muda. Dari catatan  Kantor Urusan Agama (KUA) Buton tengah, mulai dari bulan Januari sampai pertengahan September 2019, lebih dari 150 pasangan menikah diusia belasan tahun hingga 20 tahunan. KENDARIPOS.CO.ID.

 

BACA JUGA :   Pengangguran dan TKA Pokok Penting Aksi Penyambutan Jokowi di Sultra

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co