Ragam  

Organisasi Tolaki “ Rimbutako Ana Wonua “ Sucikan Pusaka Kerajaan Konawe Jelang 1 MUHARAM

KONAWEKalosaraNews.com – Organisasi Kebudayaan Tolaki “RIMBUTAKO ANA WONUA”  Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, menggelar ritual pensucian benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Konawe.

Ritual pensucian benda pusaka peninggalan Kerajaan Konawe tersebut merupakan peninggalan di masa pemerintahan Raja bernama Lakidende, maupun benda-benda Raja setelah masa pemerintahan Lakidende. selain itu juga perangkat rumah tangga milik leluhur Suku Tolaki ikut dimandikan.

Benda-benda yang telah berumur ratusan tahun tersebut merupakan koleksi pribadi dari anggota organisasi yang juga terkoordinir langsung oleh Lembaga Adat Tolaki (LAT).

Prosesi dilaksanakan di salah satu Kampung adat di Kabupaten Konawe, tepatnya Kelurahan Meluhu, dipimpin langsung oleh Ketua Adat dalam masyarakat Suku Tolaki dikenal dengan istilah Pu’u Tobu.

Ketua Pemangku Adat Pu’u tobu Meluhu, Ajemain Suruambo mengatakan, ritual ini di laksanakan setiap malam menjelang 1 Muharam, sebagai wujud penghormatan kepada arwah para leluhur.

“Pensucian benda-benda pusaka ini dilakukan, setiap malam 1 Muharam peringatan tahun baru Islam, tujuannya untuk mensakralkan kembali benda benda pusaka yang sudah ratusan tahun,” Jelas Ajemain.

Benda pusaka peninggalan Kerajaan Konawe tersebut, usianya dikisaran 600 san tahun, diantaranya, Benda pribadi Raja dan Peralatan perang, maupun perabot rumah tangga Kerajaan.

“Beberapa benda kerajaan, seperti Keris, Kolunggu, satu kotak sirih pinang, piring makan raja dan ratu, Bendera kerajaan Konawe, dan masih banyak pusaka-pusaka lainya,” Ungkap Ajo sapaan Akrabnya.

Di tambahkan Ajemain, Keris-keris tersebut, dipergunakan Raja Pakandeate, Keris putra Mahkota, kotak tembaga yang oleh Suku Tolaki mengenalnya dengan istilah Lopa-Lopa No Sangia, atau tempat kapur Sirih, bermotif Al qur’an dan corak motif pedang yang konon ceritanya adalah pedang Nabi Muhammad SAW, benda tersebut merupakan pemberian Sultan Buton kepada Raja Lakidende karena jasanya memeluk Islam. Selain itu pula Alat rumah tangga, seperti piring makan Atau O Kobo Raja Lakidende dan Permaisurinya.

Selain itu terdapat pula pusaka peralatan senjata perang Suku Tolaki, yang di kenal dengan Ta Awu. Tongkat komando (Mata Mbetuko ) yang sudah berumur ratusan tahun silam dan berbagai benda-benda pusaka yang dipercaya kesakralanya.

Lanjut Adjemain, ritual pensucian ini, di awali dengan proses Mombesara, sebagai pembuka jalan dimulainya prosesi adat.

Menurutnya, kegiatan pensucian benda pusaka ini sudah rutin di lakukan, namun baru kali ini dilakukan di Rumah Adat,”Setelah saya pegang itu benda-benda kerajaan, tiap tahun itu saya sucikan, sekalipun tidak terbuka, seperti yang dilakukan saat ini di Laika Mbu’u (Rumah Adat Suku Tolaki – Red),”Jelasnya.

Setelah ritual pensucian adat kemudian di lanjutkan berziarah ke makam para pemangku kerajaan Konawe. Makam yang akan di ziarahi, Pertama Makam Raja Lakidende di Unaaha, kedua, makam Tohamba putra mahkota kerajaan Konawe di Abuki, ketiga, makam Kalenggo Perdana Menteri Kerjaan Konawe jaman Raja Lakidende di Puosu, Kemudian Makam Pakandeate Atau Tawalerehoma, yang merupakan Panglima Perang Kerajaan Konawe di Anggaberi.

Kemudian diakhiri dengan melakukan ritual ke makam Wepoindo pemegang bendera panji Kerajaan Konawe.

Kegiatan ini di harapkan dapat menjadi agenda tahunan dan mendapat respon positif dari pemerintah daerah Konawe.

“Kami berharap ke pemerintah daerah kirannya acara ini mampu mereka dukung pelaksanaanya tiap tahun dan di jadikan promosi wisata adat tahunan,” Tutup Ajemain.

Penulis : Muh.Randa
Edit : Redaksi

error: Hak Cipta dalam Undang-undang