Paradoks Keberhasilan Penanganan Pandemi


oleh : Drg Endartini Kusumastuti (Praktisi Kesehatan Kota Kendari)


 

Pandemi virus corona baru (Covid-19) menandai tonggak sejarah mengerikan pada Senin (10/08/2020) ketika jumlah kasus infeksi global melampaui 20 juta. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merespons dengan menyerukan masyarakat internasional tidak putus asa melawan pandemi. Sementara itu, jumlah korban meninggal diperkirakan akan melampaui 750.000 dalam hitungan hari karena krisis kesehatan global yang dimulai akhir tahun lalu di Cina terus berlanjut (sindonews.com, 11/08/2020).

Di Indonesia sendiri, catatan kasus konfirmasi positif Covid-19 per tanggal 13 Nopember 2020 menunjukkan lonjakan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Berdasarkan data terdapat penambahan 5.444 kasus. Angka ini merupakan yang tertinggi selama penanganan Covid-19 di Indonesia. Para ahli epidemiolog dan virologi telah banyak mengkritisi kebijakan yang telah dilakukan hingga saat ini masih sangat kurang dan tidak terukur. Hal ini mengakibatkan penyebaran jumlah kasus tidak bisa diukur apakah mengalami penurunan ataukah kenaikan. Ditambah lagi dengan pedoman kebijakan new normal, justru makin membuka celah penyebaran virus yang kian tidak terbendung. Sungguh, jauh api dari panggang. Pemerintah nampak gagap dan gagal dalam penanganan pandemi ini.

BACA JUGA :   Pilkada Kala Pandemi, Bukti Nyata Buruknya Demokrasi

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co