,

Pariwisata, Sinergi Pembangunan Ekonomi Strategis Sultra


Oleh: Mega

(Mahasiswa FEB)

Potensi pariwisata provinsi Sulawesi Tenggara dinilai sangat besar dan mampu menghidupkan ekonomi masyarakat secara keseluruhan. Sektor ini pula yang akan tetap menjaga kehidupan flora dan fauna, kultur budaya dan adat istiadat masyarakat Sultra.

Sayangnya, pemerintah provinsi tidak melihat potensi ini untuk menjadi leading sektor pembangunan daerah. Padahal pemerintah pusat pun sudah menetapkan pariwisata sebagai salah satu sumber utama pendapatan negara.

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (DPD GIPI) Provinsi Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, sektor pariwisata merupakan arah pembangunan paling ideal bagi daerah ini. Sebab selain tidak merusak lingkungan dan menjaga kultur budaya, keunikan yang dimiliki Sultra tidak ada di bagian dunia lainnya. Sektor pariwisata juga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat dari berbagai sektor.

Untuk pemandangan alam, Sultra punya Segitiga Karang Dunia di Wakatobi, Goa Liangkobori di Muna, Air Panas Wawolesea di Konawe Utara, Sungai Terpendek Dunia Tamborasi di Kolaka, Rawa Aopa yang mencakup tiga kabupaten (Konawe Selatan, Bombana, Kolaka Timur), 1000 Goa di Buton Tengah, Pulau Ular di Buton Selatan, Pulau Kabaena di Bombana, hingga Air Terjun di Wawonii.

Di sisi budaya, ada Benteng Keraton Buton terluas dunia di Baubau, layangan Kaghati yang tertua di dunia dan tradisi perkelahian kuda ada di Muna, tenunan khas, tarian hingga kuliner yang tak dimiliki suku di belahan dunia manapun kecuali Sultra. Ada Kambuse, Kasoami, Sinonggi, Kabuto, dan lainnya.

“Semua itu destinasi kelas dunia. Wakatobi juga sekarang masuk dalam 10 Bali Baru yang merupakan progran pemerintah pusat,” kata Hugua yang pernah menjadi bupati dua periode di Kepulauan Tukang Besi itu.

BACA JUGA :   Pemda Koltim dan Kejari Jalin Kerjasama Penanganan Hukum

Sektor pariwisata, menurut ketua organisasi negara-negara maritim atau Coral Triangle Initiative on Coral Reefs Fisheris and Food Security Maritim Local Government Network (CTI-LGN) ini, dapat menggerakkan ekonomi seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari petani jagung, ubi dan lain-lain, yang harus menyediakan bahan baku kuliner khas, pengelola rumah makan, pemilik hotel, hingga penyedia transportasi local (Sultrakini.com, 28/01/2019).

pengaruh Pariwisata Terhadap Perekonomian Daerah

Sektor pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. Usaha pengembangan pariwisata untuk meningkatkan pendapatan asli daerah diperlukan adanya upaya dalam pengembangan dan pemanfaatan sumber daya alam dari masing masing obyek wisata. Potensi pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara sudah tidak di ragukan lagi akan potensi flora dan fauna, keanekaragaman budaya, khas kuliner yang memiliki keunikan tersendiri dari wilayah lainnya.

Pengoptimalan sektor pariwisata dapat memajukan dan mensejahterakan daerah wisata dengan meningkatnya Devisa, mengatasi pengangguran, melestarikan alam lingkungan dan sumber daya, peningkatan muatan lokal, pertumbuhan ekonomi secara bertahap dengan upaya memajukan obyek wisata yang di ada di masing-masing obyek wisata.

Sebagai salah satu penggerak ekonomi seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari petani jagung, ubi dan lainlain, yang harus menyediakan bahan baku kuliner khas, pengelola rumah makan, pemilik hotel, penyediaan transportasi, hingga infrastrukur jalan, pelabuhan, bandara dan lainnya.

Pengembangan pariwisata memang memiliki banyak manfaat namun disisi lain dampak terhadap sosial begitu terlihat hal ini dipengaruhi adanya perubahan gaya hidup, bahasa, cara berpakaian, hingga sikap toleransi terhadap wisatawan, kesenjangan pendapat dan kesejahteraan masyarakat antara pelaku pariwisata dengan masyarakat lain yang tidak bersentuhan dengan pariwisata secara langsung, ketidakberdayaan masyarakat lokal dalam persaingan ekonomi dengan investor luar daerah. Sehingga tidak hanya menjadikan potensi ini untuk arah pertumbuhan ekonomi namun, juga peningkatan ketakwaan individu dan masyarakat dalam menyikapi budaya yang datang dari wisatawan luar.

BACA JUGA :   Revolusi Industri 4.0, Peluang Atau Ancaman?

Pariwisata  Dalam Pandangan Islam

Pariwisata merupakan salah satu bidang yang banyak di jadikan sebagai sumber perekonomian dalam setiap negara. Dengan memanfaatkan potensi keindahan alam, baik yang alami maupun buatan, serta keragaman budaya yang ada, dunia pariwisata dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan negara. Namun, di sisi lain pariwisata ini juga mempunyai dampak negatif kepada negara atau daerah, khususnya masyarakat yang hidup di sekitar obyek wisata setempat melalui invasi budaya.

Obyek yang dijadikan tempat wisata ini, bisa berupa potensi keindahan alam, yang  bersifat natural dan anugerah dari Allah SWT, seperti keindahan pantai, alam pegunungan, air terjun, permandian dan sebagainya. Bisa juga berupa peninggalan bersejarah dari peradaban Islam. Obyek wisata seperti ini bisa dipertahankan, dan dijadikan sebagai sarana untuk menanamkan pemahaman Islam kepada wisatawan yang mengunjungi tempat-tempat tersebut.

Di dalam al-Quran diperoleh banyak isyarat untuk melakukan aktivitas pariwisata. Pariwisata sebagai salah satu sektor yang bisa mendatangkan pendapatan individu, masyarakat dan income bagi negara. Didalam Surah Al-Ankabut ayat 19-20 menegaskan bahwa manusia perlu mengadakan perjalanan untuk melakukan penelitian tentang aneka peninggalan sejarah dan kebudayaan manusia. Penelitian ini dapat menyadarkan manusia bahwa ia adalah makhluk Allah yang fana. Segala sesuatu yang dikerjakan di dunia akan dimintakan pertanggungan jawab di hadapan Allah sebagai hakim yang Maha Adil yang tujuannya berjumpa dengan Allah. Dan peradaban yang pernah dihasilkannya akan menjadi tonggak sejarah bagi generasi yang datang sesudahnya

Ketika melihat dan menikmati keindahan alam, misalnya, yang harus ditanamkan adalah kesadaran akan Ke Maha Besar-an Allah, Dzat yang menciptakannya. Sedangkan ketika melihat peninggalan bersejarah dari peradaban Islam, yang harus ditanamkan adalah kehebatan Islam dan umatnya yang mampu menghasilkan produk madaniah yang luar biasa. Obyek-obyek ini bisa digunakan untuk mempertebal keyakinan wisatawan yang melihat dan mengunjunginya obyek wisata dengan bersyukur akan ciptaannya yang begitu menakjubkan.

BACA JUGA :   Pendidikan dan Pariwisata, Jadi Program Prioritas Aksan Jaya  Jika Terpilih

Sehingga menjadikan Pariwisata ini sebagai salah satu bentuk kesyukuran kita dalam melihat ciptaanNya yang sungguh menakjubkan, mempertebal keyakinandan keiman, hingga sarana dalam berdakwah untuk menyampaikan risalah Islam, Seperti Benteng kraton Buton adalah salah satu dari negeri khalifatul khamis yang menggambarkan kuatnya akar islam di Buton.

Jika ditinjau dalam sistem Islam yakni Daulah Islam itu sendiri telah ditetapkan oleh syara’ yaitu terdapat empat sumber tetap bagi perekonomiannya, yaitu pertanian, perdagangan, industri dan jasa. Keempat sumber inilah yang menjadi tulang punggung bagi Negara dalam membiayai perekonomianya. Selain keempat sumber tetap ini, juga mempunyai sumber lain, baik melalui pintu zakat, jizyah, kharaj, fai’, ghanimah hingga dharibah. Semuanya ini mempunyai kontribusi yang tidak kecil dalam membiayai perekonomian Negara. Allahu al musta’an(***)

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co