Pembangunan Politeknik Industri KonaweKesejahteraan yang Semu?

Umma Aqila Shafira
Umma Aqila Shafira

Oleh : Umma Aqila Shafira


Rencana kebijakan program unggulan menggenjot akses infrastruktur di Konawe mulai terbuka ini dilihat dari Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa yang sangat visioner dalam menentukan arah pembangunan di otoritanya. Pembangunan infrastruktur yang digenjot, selalu beriringan dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM). Terkhusus bagi warga yang dipimpinnya. Teranyar, ia berencana membangun Politeknik Industri di wilayahnya.

Sekolah itu, nantinya bakal menjadi tempat menuntut ilmu bagi pekerja lokal Konawe yang hendak bekerja di perusahaan tambang di Kecamatan Morosi. Kery S Konggoasa mengatakan, pembangunan Politeknik Industri tersebut digagas untuk meningkatkan skill atau kompetensi para pekerja lokal Konawe yang akan bekerja di perusahaan tambang di Morosi. Dengan menjalani studi di sekolah itu, proyeksinya, kedepannya serapan pekerja lokal bisa lebih besar tanpa harus mendatangkan pekerja asing dari luar negeri.(Kendaripos.co.id 12/8/2020).

Upaya ini sebenarnya bagus. Dalam rangka mewadahi calon-calon Sumber Daya Manusia.Dimana, dengan adanya infrastruktur politeknik yang didirikan berimbas pada roda perekonomian wilayah Konawe, Sumber Daya Manusia lokal banyak terserap, taraf hidup meningkat seiring dimasa wabah.

Terlebih lagi Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara dipilih sebagai salah satu daerah pengembangan kawasan industri atau daerah WPI karena wilayah yang begitu strategis dan memiliki potensi yang semangat besar dapat dilihat dari Modal dasar yang dibutuhkan sebagai faktor-faktor sumber daya yang digunakan dalam kegiatan industri dalam menghasilkan barang serta menciptakan nilai tambah atau manfaat yang lebih tinggi : Sumber daya alam , Sumber daya manusia yang memiliki kompetensi kerja, Pengembangan, penguasaan, dan pemanfaatan teknologi industri, kreativitas serta inovasi yang berkesinambungan.Selain itu salah satu tujuan diantaranya adalah untuk penyamaan Visi demi kesejahteraan masyarakyat Kabupaten Konawe dan Sulawesi Tenggara.Tentu saja ini angin segar bagi masyarakat Konawe pada khususnya.

Namun, perlu digaris bawahi bahwa posisi pendidikan seyogianya tidak harus mutlak menghasilkan pekerja. Sebab dalam sistem Kapitalisme pendidikan hanya berorientasi materialistik semua diukur dengan materi demi kebutuhan perut.Pendidikan yang didapat hanya sebagai formalitas demi sebuah tujuan yang semu dan minim inovasi penemuan secara mandiri, selain itu hanya diposisikan tak ubahnya pelayan di negeri sendiri tak bisa mengelola Sumber Daya Alam sendiri,karena dalam sistem ini kekayaan alam di swastanisasi penguasaan sekelompok pengusaha dan pemodallah yang berkuasa.

Berbeda dengan Islam yang menempati posisi yang teramat mulia, dimana dalam islam sangat menghargai orang yang mau bekerja dengan keahlian. Pengetahuan bukan merupakan tindakan atau pikiran yang terpencil dan abstrak, melainkan merupakan bagian yang paling dasar dari kemajuan dan pandangan dunianya (world-view). Oleh sebab itu tidaklah mengherankan jika ilmu memiliki arti yang demikian penting bagi kaum muslimin pada masa awalnya, sehingga tidak terhitung banyaknya pemikir Islam yang larut dalam upaya mengungkap konsep ini.

Konseptualisasi ilmu yang mereka lakukan  nampak dalam upaya mendefinisikan ilmu secara terus menerus seperti sabda Rasulullah dari Hadits riwayat Ahmad, “Sesungguhnya Allah menyukai hamba yang bekerja dan terampil. Siapa yang bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya maka ia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah.”.Untuk itu tak terhitung bagaimana dengan keahlian dibarengi dengan ilmu dalam Islam mampu mengangkat derajat manusia,hal itu disebabkan dalam Islam sangat mencintai umat Muslim yang gigih.Karena hanya dengan itu kesejahteraan bisa didapatkan. Wallahu ‘Alam Bisshowab.


error: Hak Cipta dalam Undang-undang