Pemda Konawe Raih Piala Adipura Buana

Wakil Bupati Konawe Parinringi.SE. M.Si Saat menyerahkan Piala Adipura Buana Kepada Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa yang disaksikan oleh Ketua DPRD Konawe Gusli Topan Sabara.ST

Erah pemerintahan Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa bersama Wakil Bupati Konawe Parinringi, SE. M.Si kini berhasil mempersebahkan prestasi yang cukup gemilang bagi masyarakat maupun daerah konawe. Prestasi yang cukup pantastis tersebut yakni capaian pemda konawe dalam meraih Piala Adipura Buana dalam kategori kota layak huni.

Terhitung 24 tahun pemerintah daerah konawe harus menjadi penontonton dalam memperoleh prestasi, namun semua ini mampu terjawab dan membanggakan bagi warga konawe serta pemerintah setempat. Setelah di erah kepemimpian Bupati Konawe Kery Saipul Konggoasa dan wakil Bupati Konawe Parinringi memperoleh Piala yang sangat dipersaingkan oleh daera-daerah lainnya.

Wakil Bupati Konawe Parinringi menuturkan, keberhasilan mendapatkan adipura dengan kategori kota layak huni ini berkat kersajama yang baik antara pemerintah daerah dengan dinas pertamanan. Selain itu, peran petugas dari dinas pertamanan dalam menjaga dan melestarikan kota unaaha sangat berpengaru, karena tanpa keuletan mereka mustahil Piala Adipura akan diraih.

Dikatakannya (Parinringi-Red), Kabupaten Konawe, telah berdiri sejajar bersama 55 Kabupaten kota di Indonesia yang juga ikut menerima Piala adipura buana. Sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan tertinggi pasukan “orange”  Ia dan bupati telah berkomitmen untuk memperhatikan kesejahteraan petugas kebersihan.

“Terkait reword, saya dan pak bupati sudah berkomitmen untuk memperhatikan kesejahteraan mereka. Olehnya itu tadi juga pak bupati secara langsung telah menyerahkan dua ekor sapi kepada pasukan Orange (Petugas Kebersihan-Red), ” Ungkap Parinringi.

Parinringi menjelaskan, Kabupaten Konawe terakhir mendapatkan Piala adipura 24 tahun silam. Dikalah itu diawal pemerintahan Rasak Porosi sebagai Bupati Kendari yang kini jadi kota konawe. Berhasil menjadikan Kota Unaaha sebagai salah satu daerah ter-asri, dengan demikian telah memperoleh Piala kala itu.

“terakhir konawe raih sejak 24 tahun silam yang dibuktikan dengan berdirinya tugu adipura, sejak itu Konawe tidak lagi menjadi penerima Adipura.” jelasnya di pelataran kantor daerah

Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa saat menyerahkan Piala Adipura Buana kepada Ketua DPRD Konawe Gusli Topan Sabara.ST

Di tempat yang sama Bupati Konawe Kery Sayful Konggoasa sangat terlihat gembira, karena telah resmi menerima Piala Adipura Buana Ketegori kota layak huni dierah pemerinthannya, luapan rasa haru dan bangga Ia perlihatkan. Kery Saiful Konggoasa menambhkan, pemerintahannya belum puas apabilah belum memperoleh WTP, olehnya itu Ia tetap kerja keras dalam bekerja untuk meraih beberapa ke inginan mulia yang Ia rencana dan cita-citakan.

“Hasilnya belum keluar, beberapa waktu yang lalu sudah sempat akan diserahkan, tetapi saya tidak mau menerimanya dengan beberapa alasan,” ungkap Senin (25/7/2016).

Dikatakannya (Kery-Red), dari hasil pemeriksaan lembaga auditor keuangan, Kabupaten Konawe masih terkendala dengan sistem tata kelola aset daerah. Bersamaan dengan itu Ia mengaku telah menginstruksikan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk lebih berhati-hati dalam mengelola aset daerah. Selain itu, dirinya juga meminta agar SKPD lebih teliti dalam menggelontorkan anggaran dari setiap program yang sudah dicanangkan.

Mantan Ketua DPRD Konawe ini (Kery-Red) berharap,  agar program pencanangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) mampu berlangsung dengan optimal agar impian pemerintah daerah untuk mendapatkan predikat WTP bisa terwujud, hal ini juga sangat dibuthkan komitmen dan kerjasama antara pimpinan daerah dengan SKPD yang menjadi eksekutor program. “ Yang jelasnya saya selaku kepala daerah, mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Konawe yang turut ambil andil dalam kesuksesan Konawe meraih tropi Adipura. Tropi ini kami persebahkan untuk masyarakat Kabupaten Konawe,” tutup Kery. (***)

error: Hak Cipta dalam Undang-undang