Pemda Konsel Bersama APIK USAID Gelar Lokakarya Perubahan Iklim dan Resiko Bencana

Ketgam : Rapat lokarya di Aula Kecamatan Tinanggea Rabu, (7/11/2018)/foto : Rj

KALOSARA NEWS : Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) gelar lokakarya lelembagaan dan pengintegrasian agenda adaptasi perubahan Iklim dan pengurangan Resiko Bencana kedalam master plan KPPN (Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional) Kecamatan Tinanggea.

 

Assisten II bidang Pembangunan dan Ekonomi Setda Konsel, Ir. Armansyah menyampaikan KPPN Tinanggea merupakan arahan RPJMN Tahun 2015 – 2019 yang merupakan Implentasi dari Program Nawacita ke tiga Presiden RI yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat Daerah dan Desa, sejalan dengan itu Bupati Konsel, Surunuddin Dangga telah mengeluarkan SK No 410/333 Tahun 2018 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan KPPN Tinanggea yakni sebanyak 13 Desa dan 1 Kelurahan se- Kecamatan Tinanggea.

 

Harapannya, kata Armansyah Desa-desa dalam delinasi KPPN dapat membangun kerjasama yang efektif guna terlaksananya berbagai program pembangunan di wilayah KPPN tentunya dengan bantuan anggaran yang bersumber dari APBN maupun APBD, termasuk jika dimungkinkan dukungan Dana Desa sesuai dengan skala penggunaannya.

 

“Sebagai Langkah awal dari program pembangunan KPPN oleh pemerintah pusat melalui bantuan fasilitasi Kementrian PUPR tahun 2018 ini telah dilaksanakan penyusunan dokumen rencana pembangunan kawasan Perdesaan yang disebut dengan masterplan KPPN yang saat ini sudah masuk dalam tahap seminar akhir di Kementrian PUPR,” katanya di Aula Kecamatan Tinanggea Rabu, (7/11/2018).

 

Armansyah menuturkan, melalui kegiatan Lokakarya ini diharapkan dapat memberikan saran, masukan dan tanggapan serta informasi penting lainnya yang akan melengkapi perbaikan penyusunan master plan KPPN Tinanggea khususnya dari aspek kelembagaan dan integrasi program adaptasi perubahaan iklim.

 

“Untuk diketahui secara nasional Ada 60 kabupaten/kota se Indonesia yang mendapatkan program KPPN dan di Sultra ada dua kabupaten yang mendapatkan program KPPN yaitu Muna Barat dan Konsel yakni KPPN Tinanggea, olehnya itu atas nama Pemda menyampaikan terimah kasih dan penghargaan yang tinggi kepada pihak APIK-USAID yang telah memfasilitasi kegiatan lokakarya ini,” tuturnya sembari mengakhiri sambutannya.

BACA JUGA :   Tahun Baru 2021: Kondom Laris Terjual Di Kendari, Problem Tahunan?

 

Sementara itu, selaku tuan rumah penyelenggaraan lokakarya Kepala Wilayah Kecamatan Tinanggea Rafiuddin, menyampaikan Tinanggea memiliki potensi produk unggulan yang komplit mulai dari sektor pertanian dan perkebunan, sektor kelautan dan perikanan dan sektor budidaya, dari 13 desa dan 1 kelurahan yang masuk dalam program KPPN Tinanggea.

 

“Yang telah dibagi dalam beberapa klaster produk unggulan yaitu klaster padi sawah dan kelapa dalam, klaster udang dan terasi serta klaster rumput laut dan kepiting rajungan.
Selanjutnya kecamatan Tinanggea siap untuk mensukseskan Program KPPN Tinanggea yang telah di programkan oleh Pemerintah RI yang juga bagian dari Program Nawacita III Presiden Jokowi,” jelasnya.

 

“Adapun desa/kelurahan yang masuk dalam KPPN Tinanggea yaitu Desa Akuni, Desa Asingi, Desa Bomba – Bomba, Desa Bungin Permai, Desa Lapoa, Desa Lasuai, Desa Lanowulu, Desa Panggosi, Desa Roraya, Desa Tatangge, Desa Telutu Jaya, Desa Torokeku, dan Desa Wundumbola serta Kelurahan Tinanggea,” jelas Rafiuddin.

 

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co