Pemuda Berpolitik Shahih

Kiki Zaskia, S. Pd.
Kiki Zaskia, S. Pd.

Oleh: Kiki Zaskia, S. Pd. (Pegiat Literasi)


Di era budaya pop kini, memang patut menjadi perhatian ketika pemuda turun kejalan melakukan aksi demonstrasi. Kreatifitas bahasa satire millenial yang tersorot media menjadi karakter yang cukup menarik perhatian. Meski begitu tak sesederhana karakter satire dan humor massa aksi unjuk rasa, pada tahun yang berbeda, ada rekan mahasiswa asal Sulawesi Tenggara yang berpulang ke haribaanNya saat aksi menolak revisi UU KPK di tahun 2019 silam.

Selain itu, pelajar pun tak mau ketinggalan mengambil peran menyuarakan keluhan undang-undang yang dianggap tak berpihak pada rakyat. Meski konsekuensinya, kerap kali mereka harus diamankan aparat. Menceritakan hal tersebut membentangkan nostalgia pada aksi-aksi mahasiwa di tahun krisis 1998.

Setelah UU KPK, kini Omnibus Law yang menyita afeksi dan atensi berbagai elemen masyarakat. Tak terkecuali mahasiswa dan pelajar. Melakukan demonstrasi tentu menjadi kewajaran bagi yang menginsafi keadaan negeri yang sedang tidak baik-baik saja dengan disahkannya undang-undang yang banyak menuai kontra dari pelbagai lapisan masyarakat.

Menyikapi atensi mahasiswa dan pelajar tersebut, Kemendikbud dan aparat Kepolisian memberikan perlakuan khusus pada pelajar dan mahasiswa. Kemendikbud memberikan tekanan dengan surat edaran. Hal ini tertuang dalam surat edaran Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Nomor 1035/E/KM/2020 perihal ‘Imbauan Pembelajaran secara Daring dan Sosialisasi UU Cipta Kerja’.

Perguruan tinggi diminta menginstruksikan dosen dan mahasiwa untuk melakukan kajian akademis mengkritisi UU Cipta Kerja dan tidak memprovokasi mahasiswa untuk mengikuti atau mengadakan kegiatan demonstrasi yang dinilai dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan mahasiwa/i. Selain itu, Kemendikbud juga meminta untuk memaksimalkan PJJ. Adapun tekanan dari kepolisian, yakni dengan mempersulit pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Kepolisian berharap akan menjadi efek jera bagi mahasiswa ataupun pendemo.

BACA JUGA :   Problematika Perempuan di Alam Demokrasi butuh Solusi

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co