Pemurtadan Merajalela, Salah Siapa?

 

 

Oleh : Wa Hasmiati

(Mahasiswi UHO)

Lombok yang dikenal sebagai pulau seribu masjid beberapa waktu lalu mengalami bencana berupa gempa bumi. Tercatat 5 Agustus lalu sekitar 390.529 penduduk terpaksa mengungsi di berbagai tempat (Kompas.com, 24/8). Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Barat menjadi wilayah yang memiliki banyak tempat pengungsian penduduk.

 

Korban gempa yang sebagian besar adalah umat Islam, dalam kondisi lemah, trauma dan serba kekurangan ternyata mereka harus menghadapi pendangkalan aqidah dan target pemurtadan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Seperti yang terjadi di Dusun Loloan, Lombok utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) ditemukan buku-buku yang berisi materi kristenisasi yang siap dibagikan kepada masyarakat.

Dilansir VOA Islam, salah satu relawan asal Kota Mataram, Farhan Abu Hamzah, yang tengah bertugas di Dusun Loloan mengungkapkan, tidak diketahui siapa pengirim buku tersebut namun buku-buku tersebut tergeletak di posko bantuan korban gempa yang berada di kantor dusun. Menurut beliau, setelah buku-buku Kristen itu diketahui Kepala Dusun, buku tersebut disimpan dan tidak disebarkan ke masyarakat.

Temuan lain, Hanny Kristianto, aktifis kemanusiaan dari Yayasan Komunitas Gerakbareng dalam akun IG pribadinya, @hannykristianto. “Fakta di lapangan memang terjadi upaya pemurtadan tersebut ditengah bencana yang menimpa saudara kita. Bahkan secara terang-terangan seperti di Dusun Pemangkukarya Desa Senaru Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Anak-anak diajarkan puji-pujian Kristen dengan dalih trauma healing,” ungkapnya disertai dengan beberapa bukti foto dan potongan video.

BACA JUGA :   Masa Depan Islam dalam Sistem Demokrasi

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co