Penambangan Ilegal di Busel Kian Marak, Siapa Bertanggung Jawab?

Sartinah
Sartinah

Oleh : Sartinah (Relawan Media)


 

Dugaan penambangan galian C ilegal kembali marak di Buton Selatan (Busel). Aktivitas tersebut pun kian menggurita seiring lemahnya pengawasan dari pemerintah setempat. Hal ini tentu saja menimbulkan kerugian daerah sekaligus turut menyumbang kerusakan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Busel, La Untung, mengatakan jika seluruh aktivitas penggalian dan pengerukan material tanah itu ilegal alias tak mengantongi izin resmi. Menurutnya lagi, pihaknya sudah pernah melakukan sosialisasi terkait bahaya aktivitas penambangan ilegal bersama pemerintah kecamatan, kelurahan dan desa. (telisik.id, 18/2/2020)

 

Untuk diketahui, tambang galian C yang dimaksud yakni berupa galian meterial timbunan yang terjadi di sepanjang Desa Lawela, Lawela Selatan dan Lingkungan La Busa. Dari tiga wilayah tersebut, tercatat ada tujuh titik galian. Dari ketujuh kubangan tersebut, lokasi terparah berada di Desa Lawela. Kondisi lingkungan di kawasan tersebut sangat memprihatinkan. Bahkan di satu titik, setengah gunung kini telah rata dengan tanah. (telisik.id, 18/2/2020)

 

Kritikan pun datang dari Wakil Ketua II DPRD Busel, Aliadi yang meminta ketegasan DLH dalam meminimalis maraknya penambangan ilegal di Busel. Sebab menurutnya, Pemda Busel tidak mendapat PAD, malah mendapatkan dampak lingkungan yang sifatnya merugikan masyarakat. (BauBauPost.com, 29/7/2019)

 

Meski Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang melimpah, nyatanya tidak menjadikan setiap rakyat hidup dalam kesejahteraan. Kekayaan alam yang terhampar di sepanjang pulau di negeri ini, justru lebih banyak dinikmati oleh kalangan bermodal yang hanya peduli pada keuntungan semata. Sementara rakyat hanya menikmati kerusakan lingkungan.

 

BACA JUGA :   Mahasiswa Usn Kolaka Galang Dana Untuk Korban Kebakaran

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co