Penggunaan Jalan Umum PT Asmindo Ditolak, Yudi Warsil : Tak Pernah Ajukan Izin ke Dinas PU Sultra


KALOSARA NEWS : PT Asera Mineral Indonesia (Asmindo) ternyata sampai tgl 31 Mei 2021 kemarin, belum pernah mengajukan surat terkait permohonan izin penggunaan jalan umum untuk kepentingan pengangkutan ore nikel.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Bina Marga, Yudi Warsil saat menemui massa aksi dari Konsorsium Masyarakat Pemuda dan Mahasiswa Peduli Lingkungan Sulawesi Tenggara.

“Terhitung sampai 31 Mei 2021 kemarin, Dinas PU Pemprov Sultra belum menerima surat dari perusahaan untuk permohonan izin terkait penggunaan jalan di Konawe Selatan,”ujar Yudi Warsil, Rabu (2/06/2011).

Memang kata Yudi, jalan umum digunakan oleh masyarakat dan tidak untuk perusahaan. Dan terkait tambang itu mempunyai jalan khusus, jalan umum itu untuk masyarakat.

Yudi juga mengatakan, apabila ada pengajuan permohonan izin, maka pihaknya akan melakukan peninjauan ke lapangan untuk memastikan bahwa bisa atau tidak diberikannya izin.

Soal izin ini kan banyak stakeholder yang terkait. Karena itu, lanjut Yudi, pihaknya akan berkolaborasi dengan semua pihak untuk meninjau perkembangan dilapangan.

“Nanti kita akan mintai keterangan masyarakat di sekiranya. Kita juga akan libatkan Camat dan Kepala Desa masing-masing, terus dengan Dinas Lingkungan Hidup kita akan lihat bersama ini masalahnya seperti apa, bisa di keluarkan atau tidak,” ungkapnya.

Sementara itu, Jendral Lapangan (Jendlap)Sarman dalam orasinya mengatakan, penggunaan jalan itu sudah diatur dalam undang-undang Nomor 38 tahun 2004 tentang jalan.

“Seperti yang kita ketahui bahwa dalam UU Nomor 38 tahun 2004 tentang jalan dijelaskan bahwasannya jalan umum diperuntukan untuk masyarakat umum tidak di peruntukan untuk perusahaan. Tentunya perusahaan harus membuat jalan khusus, itu jelas diatur dalam undang-undang,”tutur Sarman.

Sarman juga mengatakan, hasil sosialisasi yang dilakukan oleh perusahaan bersangkutan di Kecamatan Angata dan Benua mayoritas Kepala Desa dan masyarakat menolak terkait penggunaan jalan.

BACA JUGA :   Beda Persekusi, Beda Tabayyun

Akan tetapi perusahaan sudah melakukan perbaikan jalan dengan timbunan tanah, yang belum mempunyai izin, dan sudah melakukan perbaikan.

“Belum melakukan sosialisasi belum mempunyai izin, tetapi sudah melakukan perbaikan jalan. Alhasil, baru dua hari perbaikan jalan, turun hujan, licin dan ada masyarakat yang jatuh. Jika ini dibiarkan kasihan masyarakat,”paparnya.

“Dengan isu yang kami dengar bahwa perusahaan itu akan mengunakan jalan selama 15 tahun dengan kendaraan bermuatan akan melintasi jalan kami, setiap malam akan dilintasi. Tentunya jalan yang saat ini belum terlalu buruk akan ditambah buruk,”pungkasnya.

Sekedar informasi, beberapa waktu lalu PT Asmindo diberbagai kesempatan dalam sosialisasi di berbagai desa menyampaikan proses perizinan sudah dalam tahap pengajuan.

Akan tetapi, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) justeru membantah pernyataan Direktur PT Asmindo. Menurut Saud Liambo, apa yang disampaikan Direktur PT Asmindo tidak benar adanya. Pasalnya, jalan yang dilalui PT Asmindo bukan ranah BPJN.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co