Peran Negara Melindungi Nyawa Umat di Tengah Wabah Melanda

Ratnawati
Ratnawati

Oleh: Ratnawati (Pemerhati Kebijakan Publik)


 

“Sudah jatuh tertimpa tangga pula.” Inilah peribahasa yang menggambarkan kondisi bangsa saat ini. Berbagai permasalahan datang bertubi-tubi menimpa Indonesia, salah satunya adanya wabah Covid-19 yang belum juga enggan melandai. Sudah banyak korban berjatuhan akibat pandemi ini, untuk periode November saja angka kematian naik 35,6% atau 625 menjadi 835 kematian dalam satu minggunya (kompas.com, 4/12/2020).

 

Membludaknya pasien terjangkit Covid-19, salah satunya disebabkan karena lambannya aksi cepat tanggap pemerintah dalam menangani pandemi ini. Sehingga korban terus berjatuhan setiap harinya baik dari masyarakat biasa hingga ke para tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi ini.

 

Beragam Kebijakan Ngawur di Tengah Pandemi

 

Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Adib Khumaidi mengatakan, kematian tenaga medis dan kesehatan di Indonesia tercatat paling tinggi di Asia. Selain itu, Indonesia juga masuk ke dalam lima besar kematian tenaga medis dan kesehatan di seluruh dunia (Kompas.com, 2/1/2021)

 

Menurut catatan Lapor COVID-19 hingga 28 Desember 2020, total ada 507 nakes dari 29 provinsi di Indonesia yang telah gugur karena Covid-19. Di mana rinciannya yaitu 228 orang dokter, 167 0rang perawat, 68 orang bidan, 13 orang dokter gigi, 10 orang ahli teknologi lab medik, 6 orang apoteker, 4 orang rekam radiologi, 2 orang terapis gigi, 2 orang sopir ambulans, 1 orang tenaga farmasi, 2 orang elektromedik, dan 1 orang sanitarian, dan tenaga kesehatan lainnya 4 orang (Kompas.com, 29/12/2020).

BACA JUGA :   Ratusan Pengurus PKK Konsel Ikuti Bimtek LP3PKK

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co