Perempuan Dalam Pusaran Perjuangan Utopis

OPINI : Bak gayung bersambut, isu ekonomi, kesehatan dan perempuan kembali diperbincangkan dalam suatu forum besar yang baru saja usai. Telah dihelat secara akbar sebuah event yang melibatkanICW (international council of woman) bekerjasama dengan KOWANI (kongres wanita indonesia) serta didukung penuh oleh kementrian BUMN dan 35 BUMN yang berpartisipasi langsung.

Even akbar ini dibuka langsung oleh presiden RI, Joko Widodo dan dihadiri oleh tamu istimewa sekaligus terpilihnya kembali Kim Jung-sook sebagai presiden ICW untuk tiga tahun. Even akbar atau Sidang Umum ke-35 yang diselenggarakan di Jogjakarta oleh International Council of Women, ICW dihadiri delegasi dari 44 negara dan berakhir pertengahan minggu lalu, menghasilkan tujuh resolusi yang mengacu pada upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau dikenal sebagaiSustainable Development Goals atau biasa disingkat SDGs, adalah 17 tujuan dengan 169 capaian yang terukur dan tenggat yang telah ditentukan oleh PBB sebagai agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia dan planet bumi .

Ditemui secara terpisah, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, tokoh perempuan Yogyakarta yang telah menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), menilai resolusi ICW bagus tetapi tidak semua sesuai dengan situasi perempuan Indonesia. Menurutnya, “Keputusan-keputusan ICW dianggapnya cukup, namun itu harus implementasinya bisa dilakukan di Indonesia. Perempuan di Indonesia itu masih banyak terdiskriminasi karena masih banyak undang-undang yang belum bisa memayungi kepentingan perempuan. www.voaIndonesia.com , (23/9/2018)

Beberapa poin telah ditelorkan dari hasil sidang umum ke-35 di Jogjakarta, menurut presiden ICW, Kim Jung-Sook, “Resolusi pertama, adalah mengingatkan tentang bahayanya penggunaan internet. Kedua, penanganan pelecehan terhadap lansia (elderly) untuk mencapai hidup yang berkualitas. Ketiga, perlindungan perempuan pekerja migran khususnya di kawasan Afrika.

BACA JUGA :   Utusan KPK Tanyakan Izin Tambang Ke PM-PTSP Konawe

Yang keempat terkait bencana alam dan memberikan bantuan penanganan trauma pada perempuan pasca bencana. Kelima, akses informasi dan edukasi masalah lingkungan. Keenam, ketersediaan air bersih; dan yang ketujuh atau terakhir adalah memerangi dan mengurangi segala bentuk pelecehan seksual.”

Giwo Rubianto Wiyogo, selaku Ketua Umum Kowani yang terpilih menjadi Wakil Presiden ICW dan membawahi Asia Pasifik mengatakan hasil Sidang umum ICW di Yogyakarta akan dibawa pada sidang PBB bulan Maret 2019.Fokusnya tentu gender-equality (kesetaraan jender) yang kita perjuangkan untuk tercapainya SDGs pada 2035, poin nomor 5 adalah gender-equality,” kata Giwo.www.voaIndonesia.com ,(23/9)

Perempuan dan permasalahannya

Perempuan dan masalah yang melingkupinya selalu menarik untuk dibahas. Apalagi belakangan ini permasalahan perempuan serta isu gender yang meliputi pendidikan, kemiskinan, kesehatan dan ekonomi selalu membutuhkan pembahasan yang serius, serta menjadi pembahasan yang menarik semua kalangan untuk berargumentasi sesuai bidangnya masing-masing.

Peran perempuan selalu dikaitkan dengan pengembangan ekonomi digital, khususnya di Asia. Sejalan dengan itu MC Kinsey, mengibaratkan bahwa jika tanpa peran dan pemberdayaan perempuan, dunia akan mengalami kerugian sebesar US $ 4,5 triliun (S $ 6,2 triliun) dalam GDP tahunan pada tahun 2025. Itu adalah output dari ekonomi sebesar Jepang yang hilang setiap tahunnya.

MenurutBank Pembangunan Asia, saat ini kurang dari setengah wanita di Asia berada dalam angkatan kerja dibandingkan dengan 80 persen pria. Lebih jauh lagi, bagi wanita yang bekerja, mereka dibayar hampir 25 persen lebih rendah daripada rekan pria mereka. Organisasi Perburuhan Internasional menemukan bahwa posisi kepemimpinan dalam ekonomi, pekerjaan manajemen teratas, ditempati oleh perempuan hanya dalam satu dari tiga kasus.

Menurutnya Asia sekarang adalah waktu untuk berinvestasi pada wanita dan anak perempuan. Untuk mendobrak hambatan yang menghalangi jalan mereka, dan keberhasilan ekonomi kawasan itu. Ada begitu banyak hal yang perlu kita lakukan, tetapi kita ingin menyebut hanya tiga masalah terbesar yang harus diselesaikan oleh bisnis, pemerintah,

BACA JUGA :   Bupati Tony Minta RSUD Koltim Beri Perhatian Khusus Pasien Miskin

dan masyarakat sipil. Yang pertama adalah menantang dan mengubah segalanya di masyarakat Asia yang membuat perempuan dan gadis mencapai potensi penuh mereka di dunia kerja.

Perlu meningkatkan norma-norma gender yang berarti perempuan mengambil bagian besar dari kerja dan pekerjaan perawatan yang tidak dibayar. Ia pun menambahkan bahwa hal terakhir yang perlu dilakukan adalah memastikan anak perempuan memiliki model peran dan mentor yang tepat sehingga mereka benar-benar menjadi yang memimpin.

Jika perempuan melihat lebih banyak perempuan dalam posisi kepemimpinan baik di ruang rapat, di manajemen senior atau di kantor terpilih ,ini mulai menantang prasangka dari jenis pekerjaan yang perempuan haruscita-citakan.

” Tidak hanya industri digital dan teknologi yang di dominasi laki-laki, tetapi ada juga bias yang mengakar di seluruh pendidikan anak bahwa subjek yang berkaitan dengan sains, teknologi, teknik dan matematika (Batang) hanya untuk anak laki-laki dan laki-laki. Keluarga juga takut Internet akan mengekspos anak perempuan mereka kepelecehan dan eksploitasi online. Ini adalah hal kedua yang perlu diubah.

Harus membuat investasi cerdas dalam generasi pekerja masadepan dengan melengkapi anak perempuan dengan keterampilan, sarana, dan kapasitas yang mereka butuh kan tidak hanya untuk berhasil tetapi juga untuk mendorong sektor-sektor pertumbuhan ekonomi masa depan.www.weforum.org , (10/9)

Inilah buah kebebasan yang digaungkan oleh sistem demokrasikapitalis.Perempuandinilaijikaikutterlibatbanyakhaldalamkepemimpinandisegalabidang,makaaksesuntukmendapatkanhak-haknya yang dianggapdisubordinasikaumlaki-lakidapatmerekaraih. Ide kesetaraan gender adalah ide yang paling berbahayabagikaumperempuan. Sebab ide iniakanmenjauhkanperempuandarifitrahsesungguhnyasebagaiperempuan, yaitusebagaiibudanpengatururusanrumahtangganya.Perempuanakandiseretjauhkeluaruntukmelupakansemuaperandankewajibannya di hadapan Allah swt.

Perempuandengan ide gender tersebutakantenggelamdengansegalakompetisihidupuntukmenyamakanperandanposisinyadenganlaki-laki. Padahalperempuan yang begitubebassetelahmendapatkanperan yang dianggapsetaradenganlaki-lakijugataklepasdaripelecehandanketidakadilan.Jadi, semuainijelasbukandisebabkankarenaketidaksertaanperempuan di semuabidangkepemimpinan, namunkarenaperlakuansistemkapitalisterhadapperempuan yang menganggapperempuanhanyasebagaikomoditasbelaka.

Peranperempuandalamperpekstifislam

Isu perempuan dan gender memang tak pernah usai. Namun jika kita mengkaji secara mendetail sesungguhnya islam yang sempurna memiliki aturan dan pandangan tersendiri mengenai peran perempuan di dalam sektor publik maupun privat. Islam memiliki aturan yang khas. Islam begitu sangat memuliakan perempuan. Menjaga kehormatan perempuan dengan pakaian taqwa, mengunggulkan perempuan dengan peran dan tanggungjawab dipundaknya, sehingga Allah memuliakan dan mengangkatderajatnyakarenaperantersebut.

BACA JUGA :   Gurita Narkoba di Lapas Kendari, Islam Solusinya

Seorangperempuandiberikanperanmuliadanbesar di sisi Allah.Sebagaiibu yang mengandung, melahirkanhinggamendidikanak-anaknyasesuaituntunanDinNya.Selainitudiberikan Allah kelebihandengankelembutanmendidikanak-anaknya, mengurusrumahtangganyadenganpenuhketelatenan, dankelebihantersebuttakdimilikiolehlaki-laki.Begitupunsebaliknyalaki-lakidiberikanoleh Allah kelebihanuntukmenjadiseorangpemimpin, mencarinafkahdanmemilikikekuatandalamhaldemikian.Dan kemampuanitutakdimilikiolehperempuan.

Selainituperempuan pun memilikiperan di ruangdomestiksebagaimanaperan yang dibebankankepadalaki-laki.Peranmulia yang telahdibebankankepadaseluruhumatmanusia.Yaitumelakukanamarma’rufnahimungkar.Tidakhanyasebagaiummulwarabbatulbayt (ibudanpengaturrumahtangganya), namuniaharusmembekalidirinyadenganilmuislam yang mumpuniuntukmenyampaikanmisimuliainiterhadapkaumnya. Misimuliainitelahdiperintahkanoleh Allah dalamAlqur’an:

Artinya :Kamu (umatislam) adalahumat yang terbaik yang dilahirkanuntukmanusia, (karenakamu) menyuruh( berbuat) yang ma’rufdnmencegah yang mungkar, danberimankepada Allah. (QS. Ali imran: 110)

Allah swt, masing-masingtelahmemberikankelebihanatastanggungjawabdanperanmasing-masingsehinggatakada yang salingmenyalahi.Perempuanmemilikisisikelembutandanlaki-lakimemilikisisikekuatan yang memangtelahdiilhamkanmenjadikepalakeluargadanpemimpinbagikalanganlaki-lakidanperempuan.Islam telahmenggariskansecarajelasbahwa yang berbedadiantaralaki-lakidanperempuantanpaharusadaketimpangandanadanyakesetaraanyaitukarenakadarketaqwaanmasing-masing. Sebagaimana Allah swttelahberfirmandalamAlQur’an

Artinya :” Wahaimanusia! Sungguh, kami telahmenciptakankamudariseoranglaki-lakidanseorangperempuan, kemudian kami jadikankamuberbangsa-bangsadanbersuku-suku agar kamusalingmengenal.Sungguh, yang paling muliadi antarakamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.Sungguh, Allah mahamengetahui, mahateliti.” (QS. Al-hujuratayat 13)

Maka, Islam telahmenggariskanbahwaperempuandanlaki-lakitidakada yang salingmengunggulisatusama lain. Yang muliadiantara yang lainbukankarenasiapa yang lebihbanyakmemimpin di ruangdomestik. Namun yang muliaadalah yang paling bertaqwa di antara yang lainnya.Sehinggaperjuangankaumperempuanuntuksetaradenganlaki-lakiadalahhalutopisdanakanmenjauhkannyadarifitrahnyasebagaiperempuan. Wallahu ‘alam bishawwab (***).

Oleh: Hanaa Lathifah

(Pemerhati sosial)

 

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co