Pesta Demokrasi, Ilusi dan Tipu Daya dalam Mensejahterakan Rakyat


Oleh: Hamsina Halisi Alfatih


Puluhan warga dari Desa Matabondu Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) mengembalikan kartu panggilan memilih atau formulir C6 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (8/12).

Kepala Desa Matabondu Ahmad menyatakan, menurut data pusat, Matabondu merupakan desa definitif dan memiliki anggaran. Namun selama 15 tahun, desanya tak mendapatkan alokasi dana desa dan dana desa dari pemerintah. ( Cnnindonesia.com,12/09/20)

Pemilihan kepala daerah yang digelar secara serentak pada tahun ini merupakan yang keempat kalinya diselenggarakan di Indonesia. Pemilihan kepala daerah yang masa jabatannya berakhir pada tahun 2021 bisa dibilang sukses diselenggarakan di setiap daerah-daerah di Indonesia. Total daerah yang melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020 ini sebanyak 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Namun dibalik euforia pesta demokrasi ini tak sedikit masyarakat yang diabaikan kesejahteraannya. Bahkan bisa dibilang tak terjamahnya uluran tangan para pejabat publik yang bergelagat dipanggung politik demokrasi, tak terkecuali ketika mereka ‘mengemis suara rakyat’. Karenanya sumber kekecewaan rakyat kepada pejabat publik tak mengherankan ketika rakyat sudah merasa resah dan muak menyaksikan pergelaran pesta demokrasi yang lagi dan lagi tak pedulikan nasib rakyat kedepannya.

 

Dan setiap 5 tahunnya rakyat selalu disuguhi dengan janji-janji baik pemilu capres-cawapres maupun kepala daerah yang berakhir dengan janji omong kosong. Meskipun terealisasi, namun tidak semua rakyat merasakan janji kampanye pejabat publik secara keseluruhan yang ada rakyat disuguhi dengan beragam kasus korupsi. Padahal, pejabat publik yang dipilih rakyat adalah mereka yang diharapkan menjadi tameng atau pelindung rakyat dari segala kesengsaraan.

Hal ini bisa kita lihat di sepanjang tahun 2019, KPK telah menangkap 12 nama kepala daerah yang terjerat kasus korupsi. Penangkapan ini dilakukan melalui berbagai cara, seperti OTT, pengembangan kasus, dan penyelidikan. (IDNtimes.com,17/09/20)

BACA JUGA :   Korban Sistem, Pejabat yang Tak Tau Makna Infrastruktur Sesungguhnya

 

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co