, ,

Polda Sultra Gagalkan Sebanyak 10, 800 Kg Narkoba


KALOSARA NEWS : Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menggagalkan peredaran gelap narkoba sebanyak 10,800 kilogram di wilayah hukum Polda Sultra.

Kabid Humas Polda Sultral AKBP Harry Golden Hardt menuturkan, dari barang bukti yang ditemukan dari para pelaku merupakan sebuah keprihatinan bahwa Sultra sudah menjadi pasar bagi para bandar dan pengedar narkoba.

” Tentunya ini merupakan sebuah prestasi namun ini juga merupakan bentuk keprihatinan, bahwa Sultra sudah menjadi pasar bagi para bandar dan pengedar narkoba khususnya jenis sabu, ” ungkap Harry dalam konferensi pers yang digelar di Polda Sultra. Kamis (28/2/2019).

Ditempat yang sama, Kombes Pol Satria Adhy Permana S,I,K.,M.Hum selaku Dir Narkoba Polda Sultra mengatakan, Pada bulan ini direktorat reserse narkoba Polda Sultra telah berhasil menggagalkan upaya peredaran narkoba di wilayah hukum Sultra.

“Bulan februari ini, kami telah berhasil mengungkap 16 laporan polisi dengan 23 tersangka dengan barang bukti yang ada,” tutur Satria.

Menurutnya, penggagalan peredaran norkoba ini adalah hasil dari kerja keras anggota Dir Reserse Narkoba dan dukungan dari Polda Sumatra Utara, Polda Sumatra Selatan, Direktorat tindak Pidana Narkoba barisan Polri, BNNP Sultra, masyarakat Sultra dan juga jasa angkutan dan travel.

“Tanggal 21 februari kita mengungkap 5,369 kilogram ini adalah pengungkapan yang pertama yang sangat besar untuk di sultra ini, pelakunya bernama Darman bin Awai yang berdomisili di Garut Jawa Barat, adapun peranya sebagai kurir yang ini merupakan sindikat dari medan berangkat dari Sumatera Utara Kota Palembang dengan menggunakan pesawat lion tujuan Surabaya, Surabaya – Kendari, pelaku menguasai 5,369 kilogram yang disergap di salah satu hotel di Kendari beralamat di Jalan Edi Sabara Kendari dengan menggunakan tas dan koper tempat narkoba di simpan. Adapun penerapan pasalnya dikenakan pasal 132 ayat 1 dengan pasal 104 ayat 2 dan pasal 102 ayat 2 undang – undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang narkotika dengab ancaman hukuman yaitu pidana hukum mati atau penjara seumur hidup,” terang Satria.

BACA JUGA :   Sosialisasi di Sekolah, Panwas Konawe Harap Pelajar Terlibat Dalam Pengawasan Pemilukada

Tak hanya itu, lanjut Satria. 3 hari sebelumnya, pihaknya juga telah mengungkap seorang pengedar narkoba bernama Gunung yang bertempat di Kemaraya dengan membawa narkoba sebanyak 100 gram.

” 3 hari sebelumnya kami juga mengungkap saudara gunung bertempat di kemaraya yang bersangkutan sebagai pengedar diwilayah kota kendari adapun barang bukti yang diamankan sebanyak 100 gram dirumah bersangkutan, setelah itu kami lakukan pengembangan dari temuan itu, dari mana saudara gunung mendapatkanya dan alhasil kami mendapatkan 3 kilogram,” lanjut Satria.

Sementara tersangka yang lainnya, kata Satria, pelaku membawa norkoba dengan berat berpariasi, “ada yang 100, 200 dan 264 kilogram, dengan ancaman hukuman 5 tahun keatas dan maksimal 20 tahun penjara,” katanya.

Pihaknya juga telah menangkap adanya upaya tiga orang untuk memasukan narkotika jenis sabu ke Lapas kelas II Kendari.

” Adapun pelakunya seorang ibu dan anaknya dengan membawa 3,7 kilogram yang mana kedua orang ini diperintahkan oleh seorang nafi lapas kelas II Kendari untuk mengambil dan memasukan kedalam lapas dan satu tersangkanya lagi atas nama oca yang kini sedang proses penyelidikan dan ketiga ini sudah terbukti sebagai tersangka,” tuturnya.

Dengan itu dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat sultra agar tidak tergiur dengan penyalah gunaan narkoba, “Jangan coba – coba mengunakan narkoba apapun jenisnya, jangan tergiur dengan janji upah sebagai kurir, pengedar, gudang dan turut serta dalam membantu peredaran narkoba,” tutupnya.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co