Praktik Suap dan Kaum Hedonis Kelas Kakap

 

 

Oleh: Juliatin S.Pd

(Muslimah Media Konawe)

Baru-baru ini Mensos Idrus marham ditahan KPK. Idrus menjadi tersangka kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. Idrus ditetapkan sebagai tersangka karena diduga mengetahui dan memiliki andil dalam penerimaan uang oleh Eni Mauliani Saragih dari pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo (Detik.com, 01/09/2018).

Eni diduga menerima uang suap Rp. 4,8 milair dari Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resource Ltd. Perusahaan tersebut merupakan salah satu bagian dari konsorsium proyek PLTU Riau-1. Saat melakukan pengembangan, KPK menetapkan Idrus sebagai tersangka. Dia diduga menerima janji yang sama dengan Eni, yaitu senilai USD 1,5 juta dari Kotjo jika perusahaannya berhasil memenangkan proyek PLTU Riau-1 (Detik.com, 04/008/2018).

Sementara itu ditengah statusnya sebagai seorang tersangka, ternyata Idrus memiliki harta properti belasan miliaran rupiah. Harta Idrus tercatat RP.9.531.079.160 dan 40.000 USD dengan harta tidak bergerak total nilainya mencapai RP.7.976.391.000. harta berupa tanah dan bangunan itu tersebar disejumlah daerah. Diantaranya tanah dan bangunan di Jakarta Timur seluas 400 meter persegi dan 768 meter persegi yang merupakan perolehan sendiri pada tahun 2002. Idrus juga memiliki harta bergerak lain berupa logam mulia dan batu mulia senilai Rp.155.000.000 (Tribunnews.com, 26/08/2018).

Kasus suap yang tengah menjerat Idrus Irham adalah salah satu dari berbagai kasus suap elit politik yang terus bergulir dari waktu kewaktu. Hal ini menemani daftar panjang kasus korupsi yang tidak berkesudahan. Permainan uang di belakang layar sudah menjadi santapan utama. Bahkan telah menjadi tradisi dan kebiasaan bersama. Tidak tanggung-tanggung pejabat tinggi negara pun harus ikut menyicipi manisnya uang hasil korupsi dan suap.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co