Prostitusi antara Gaya Hidup dan Ekonomi

#Mariana, S.Sos ,
#Mariana, S.Sos ,

Mariana, S.Sos (Guru Swasta, dari Pomalaa- Sulawesi Tenggara)


 

 

Kasus prostitusi memang bukan sesuatu yang baru, hanya saja lonjakannya selama pandemi sangatlah memprihatinkan terlebih jika pelakunya adalah seorang anak dibawah umur, tentu  lebih miris lagi. Dilansir oleh SuaraSulsel.id, 18 Februari 2021, Kasus Prostitusi Online di Sulawesi Selatan Marak di Tengah Pandemi.

Sangat ironi memang sebab banyak dari pelaku adalah remaja dibawah umur, padahal para remaja seharusnya menjadi agent of change bagi kemajuan negaranya, sayangnya tidak sedikit dari generasi z ini justru terjebak pada tindakan amoral dan jauh dari kata generasi emas.

Padahal nilai yang ingin dibangun dari bonus demografi dengan hadirnya generasi z adalah sebuah inovasi dan karya dalam bidang teknologi yang dapat memanfaatkan digital elektronik untuk menghasilkan sebuah inovasi nyata.

Sayangnya akibat globalisasi teknologi, media pun menawarkan berbagai warna, termasuk gaya hidup yang hedonis dan menggiurkan ala sultan. Serba mewah dan glamour dengan fashion dan aksesoris ternama, maka jika seseorang dari keluarga yang mampu dan hidup berkecukupan mungkin akan survive sebab dapat memenuhi apapun yang diinginkan dengan meminta pada orang tuanya.

Yang jadi masalah adalah ketika seseorang yang hidupnya kurang mampu secara ekonomi, semantara ada stimulus yang kuat dalam dirinya untuk dapat terlihat keren dan borjuis, maka tidak sedikit dari mereka mengambil jalan instan untuk menghasilkan uang dengan cepat, prinsipnya apapun dilakukan adalah halal selama dapat menghasilkan uang untuk memenuhi gaya hidup kekinian.

Memang ada juga yang melakoni bukan hanya semata gaya hidup tetapi karena tuntutan ekonomi, masalahnya lapangan kerja susah, modal pun tak ada untuk membuka usaha, sementara perut minta dipenuhi untuk kelangsungan hidup, maka cara haram pun ditempuh untuk memenuhi tuntutan jasmani yang tidak dapat ditunda.

BACA JUGA :   Iklan Menari, Remaja Meniru

Persoalan menjadi runyam manakala keluarga sebagai basis pendidikan primer gagal memberikan edukasi dan sosialisasi nilai-nilai spiritual, anak gersang dari afeksi dan proteksi yang dapat memotivasinya untuk dapat bergaul di tengah masyarakat membentuk karakter unggul.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co