PT LAM dan TPI Menjadi Petaka Bagi Warga Lamondowo, Konawe Utara

Kondisi mata air di Desa (Pemdes) Lamondowo Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra)
Kondisi mata air di Desa (Pemdes) Lamondowo Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra)

KONUT  Masyarakat dan Pemerintah Desa (Pemdes) Lamondowo Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) minta  PT Lawu Agung Mining (LAM) dan PT Trimega Pasifik Indonesia (TPI) di blok Mandiodo, Kecamatan Molawe dihentikan.

 

Hal itu, karena kedua perusahaan yang bergerak bagian produksi ore nikel tersebut telah membawah petaka bagi masyakat setempat akibat limba yang mencemari air bersih mereka

 

Berdasarkan dengan itu, masyarakat setempat meminta Pemerintah Kabupaten Konut dan Aparat Penegak hokum untuk menindak kedua perusahaan tersebut.

 

 

“Terjadinya pencemaran ini karena adanya aktivitas penambangan diatas gunung. Kami sudah melaporkan ke DLH Konut, tetapi sudah dua minggu ini belum ada realisasi. Kami harapkan kepada media tolong dikawal pencemaran air ini sampai tuntas kasian masyarakat kita,” kata Kepala Desa Lamondowo, Muslan. Senin, 07 Maret 2022.

 

Kondisi mata air di Desa (Pemdes) Lamondowo Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra)
Kondisi mata air di Desa (Pemdes) Lamondowo Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra)

 

Kata Muslan, dari laporan yang diterima pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Konut oleh masyarakat bersama pemdes Lamondowo pada tanggal (16/02/2022), bahwa air bersih yang dikonsumsi saat ini sudah tidak layak, dan diduga sudah bercampur dengan limbah kandungan logam nikel.

 

 

“Sekali lagi kami meminta kepada pemerintah kabupaten dan pemprov Sultra segera menghentikan aktivitas Tambang Nikel PT LAM dan PT TPI di blok mandiodo. Mengingat aktivitas pertambangan ini tidak punya asas manfaat dan kaidah lingkungan, serta kami sebagai pemerintah desa sudah memasuki dua minggu lebih kesusahan air bersih,” ujar Muslan.

 

Dikatakannya, ia sangat khawatir jika perusahan ini terus melakukan penambangan di blok Mandiodo karena akan banyak lagi persoalan yang terjadi, baik aspek lingkungan maupun dampak sosial kepada masyarakatnya.

 

Di tempat lain, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Konawe Utara, Burnawan menegaskan, mengenai Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) harusnya DLH lebih jelih melihat dampak dan konsekuensi yang bakal diterima kepada masyarakat di kemudian hari.

 

“Kami minta hasil AMDAL Beroperasinya PT LAM dan PT TPI, perlu dikroscek dan dibuka secara terang menderang oleh DLH Konut dan Provinsi Sultra serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Bila perlu menteri terkait melakukan on the spot untuk mengetahui kondisi lingkungan hidup yang terjadi di blok mandiodo,” kata Burnawan.

 

Menurut Burnawan berdasarkan hasil pantauannya di lokasi, bahwa perusahaan PT LAM dan PT TPI telah melakukan pembuangan Over Burden (OB) secara langsung berdampak di salah satu bag air bersih yang digunakan beberapa desa di Kecamatan Andowia, salah satunya Desa Lamondowo.

 

“Setelah LSM LIRA Konut melakukan investigasi dilapangan dan alhasil ternyata apa yang di keluhkan masyarakat ternyata benar adanya. Sangat terlihat dengan jelas, dimana puluhan alat berat yang sedang melakukan aktivitas pertambangan di lokasi TPI 1.,” tutup