,

Radikalisme Produk Kapitalisme, NU-Polda Sultra Menangkal

Surfida, S. Pd.I

Oleh: Surfida, S. Pd.I (Pemerhati Sosial)


Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (Sultra) membangun sinergi dalam upaya menangkal paham radikalisme di daerah tersebut. Kerjasama yang dibangun antara NU Sultra dan Polda ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU di Kendari, Senin. Dalam kerja sama tersebut ada tiga poin penting yang harus dilakukan yaitu upaya mencegah dan menangkal radikalisme, terorisme dan intoleran. Polisi menggandeng Nahdlatul Ulama karena NU sudah berperan akatif dalam menjaga keutuhan NKRI. sebagaimana dilansir dari antaranews.com, 1/2/2021. Kapolda, Yan Sultra mengungkapkan bahwa “Kedatangan kami yaitu mengadakan MoU yaitu kerjasama nota kesepahaman dalam penanganan masalah masalah radikalisme, terorisme dan intoleransi. Karena kita tahu Nahdlatul Ulama ini sudah berperan aktif dan merupakan salah satu pendiri negara kesatuan Republik Indonesia,”.

Kepolisian sudah berjalan untuk menangkal paham-paham tersebut, akan tetapi mereka butuh dukungan sehingga pihak kepolisian melakukan kerjasama dengan pihak ulama.

Sedangkan pihak ulama dalam hal ini ulama NU, mendukung hal tersebut. Dukungan tersebut diungkapkan olah Ketua Umum Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Sultra, KH Muslim mengatakan sangat mendukung upaya dalam melindungi negara Indonesia khususnya di Sulawesi Tenggara dari paham paham yang dapat memecah bela bangsa.

KH Muslim juga menyampaikan beberapa hal yang dilakukan NU Sultra dalam menangkal paham radikalisme, terorisme, dan intoleran adalah dengan melaksanakan sosialisasi, penyuluhan sebagai langkah dalam deradikalisasi.

Memang saat ini, penguasa bersama jajarannya sedang giat-giatnya untuk menangkal radikalisme. Akan tetapi apakah radikalisme itu benar adanya atau hanya alat untuk menakut-nakuti umat Islam? yang mampu menjawab ini adalah hanyalah penguasa.

Radikalisme, Terorisme Produk Kapitalisme

Saat ini warm in terorism, radikalisme sedang digaungkan oleh dunia termasuk penguasa negara ini bersama jajarannya untuk dilawan. Begitupula dengan ulama dan aparat keamanan yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara. Apa yang disuarakan ini patut didukung karena untuk menjaga keamanan NKRI. Akan tetapi label radikalisme, terorisme dan intoleransi ini  hanya ditujukan kepada jika pelakunya adalah beragama Islam. Sedangakn pelakunya non muslim, ke tiga label itu tidak ada. Seperti kasus OPM yang terjadi di Papua, hanya disebut kekerasan bersenjata.

BACA JUGA :   Pengumuman Dump Truck Tahap 16 PT VDNI

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co