Remaja Liar, Butuh Negara Sebagai Pilar

OPINI : Remaja merupakan generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan di kehidupan mendatang. Di tangan remajalah  harapan dan asa itu datang karena mereka adalah pemegang estapet kepemimpinan.Namun, harapan tinggallah harapan, perilaku remajanya tidak berubah malah semakin parah. Bagaimana kita bisa berharap pada mereka? Pada faktanya sangat terlihat sekali, bahwa kebanyakan tindak tanduk remaja zaman now sangatlah jauh dari harapan dan malah membawa kehancuran. Di tengah arus gelombang kehidupan yang serba bebas,  sebagian  remaja  terbawa arus tersebut.Banyak  remaja yang kebablasan, mulai kasus narkoba, miras, seks bebas, aborsi, bahkan yang terbaru adalah kasus hamil diluar nikah dan gay marak dikalangan remaja.

Seperti dilansir dalam Tribunlampung.Co.Id, Bandar Lampung – Sebanyak 12 siswi SMP di satu sekolah di Lampung diketahui hamil. Temuan di salah satu daerah di Bumi Ruwa Jurai tersebut, menjadi perhatian serius Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung.Direktur PKBI Lampung, Dwi Hafsah Handayani menyebutkan, 12 siswi SMP di satu sekolah di Lampung diketahui hamil tersebut, terdiri dari siswa di kelas VII, VIII, dan IX. PKBI pun terus menghimpun data terkait detail perkembangan kasus tersebut. Pantauan PKBI, persoalan kehamilan yang tidak diinginkan di kalangan pelajar, terjadi merata, baik sekolah-sekolah yang ada di Kota Bandar Lampung maupun di kabupaten-kabupaten.

“Hampir di setiap sekolah ada persoalan kehamilan di luar nikah tadi. Bahkan, beberapa kasus terjadi di SMP,” ujarnya.

“Terlebih keberadaan gadget dan mudahnya mengakses berbagai informasi seperti saat ini. Saya juga baru mendapat konseling dua remaja SMA berpacaran, sama-sama dari keluarga brokenhome. Cari kenyamanan di luar dan kemudian hamil,” bebernya.

Dikutip dari Tribunpekanbaru.Com, PekanbaruKomisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melihat ancaman pornografi terhadap anak remaja melalui media sosial sangat berbahaya. Apalagi di zaman yang mana banyak anak remaja yang ikut dalam dunia maya tersebut. Komisioner Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra mengatakan dalam penelitian yang dilakukan ternyata kasus cover crime dan pornografi, baik pelaku maupun korban sangat besar pada anak di Indonesia. Bahayanya lagi KPAI sudah mendeteksi ada 2500 anak tergabung dalam grup gay di media sosial. Tentunya dunia Medsos tidak mengenal ruang, semuanya bisa terpengaruh.

BACA JUGA :   Pengumuman Swab Test Crew Umum PT OSS Tahap 4

“Jadi 2500 anak yang gabung dalam group Gay ini tidak tertutup kemungkinan akan mempengaruhi anak di Riau. Karena Medsos ini tidak ada batasan dan ruang, semuanya tidak berjarak, “ujar Jasra Putra kepada Tribun Kamis.

 

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co