Rencana Sekolah Tatap Muka 2021, Benarkah Corona Sudah Musnah?

Zulhilda Nuwulan
Zulhilda Nuwulan

Oleh : Zulhilda Nuwulan, S. Pd (Relawan Opini Kendari)


Tahun 2021 kian mendekat membersamai berbagai wacana yang hendak tergelar, salah satunya rencana belajar tatap muka bagi siswa dimulai dari jenjang TK hingga SMA. Rencana ini seolah angin segar bagi beberapa pihak diantaranya orang tua, para guru juga pemerintah. Kejenuhan orang tua selama pembelajaran daring yang tidak jarang menimbulkan masalah sosial dengan anak menambah semangat orang tua mendukung proses belajar tatap muka ini berlangsung. Virus Covid 19 yang selama beberapa bulan menghambat aktivitas kini dianggap bukan masalah lagi seolah sedang bermain game zombie, siapa yang kuat maka Ia akan bertahan namun jika lemah maka Ia akan mati. Lalu, benarkah Virus Covid 19 ini sudah musnah?

Bukan rahasia lagi jika mayoritas masyarakat menganggap virus corona kini bukan masalah lagi. Bahkan, sebagian orang mengatakan jika virus ini hanyalah rekayasa beberapa pihak untuk menakut-nakuti hingga merugikan beberapa golongan. Padahal, kasus positif covid 19 di beberapa daerah kian meningkat setiap waktunya. Minggu lalu, dua orang dokter di Kendari, Sulawesi Tenggara meninggal karena terinfeksi virus covid 19 ini. Namun, hal ini bukan lagi menjadi hal yang menakutkan melainkan hal yang biasa saja terjadi di tengah masyarakat. Ditambah lagi, adanya isu mengenai ditemukannya vaksin covid membuat masyarakat makin optimis jika covid 19 ini pasti akan musnah. Padahal, kinerja vaksin bukan untuk mematikan virus melainkan hanya merangsang sistem imunitas untuk membuat zat kekebalan tubuh (antibodi) yang bertahan cukup lama. Sehingga, sekalipun sudah ditemukan vaksin namun bukan berarti virus corona tersebut hilang. Dengan demikian, virus corona akan tetap ada dan bisa menjangkiti siapapun.

BACA JUGA :   Demokrasi Menghalalkan Segala Cara, Manipulasi Untuk Meraih Kekuasaan

Kemudian, sekalipun vaksin covid 19 sudah ditemukan namun masih membutuhkan waktu yang lama untuk bisa digunakan. Menurut Anthony Fauci, Direktur NIH’s – National Institute of Allergy and Infectious Diseases, perjalanan vaksin virus corona masih panjang. Bahkan, meski bila tes keamanan di awal berjalan dengan baik. Setidaknya masih membutuhkan waktu satu hingga satu setengah tahun kedepan agar vaksin ini bisa tersedia untuk umum.  Pada 11 Februari 2020, WHO mengatakan, vaksin virus corona jenis Covid 19 akan siap dalam delapan belas (18) bulan ke depan. WHO bersama berbagai negara melakukan berbagai upaya dengan menggunakan perangkat dan sumber daya yang tersedia untuk melawan virus mematikan ini. Masalahnya, menurut WHO, proses pencarian vaksin untuk virus baru biasanya memakan waktu beberapa tahun. Itu pula terkadang berujung pada kegagalan.

Selanjutnya, penelitian mengenai vaksin covid yang dilakukan sepasang suami istri berkebangsaan Turki, Ugur Sahin dan Ozlem Tureci yang bekerja sama dengan perusaan farmasi raksasa, Pfizer mengumumkan hasil uji tahap III vaksin buatan mereka yang 90% efektif. Namun, Sahin mengatakan bahwa Ia menargetkan perusahaannya baru bisa menyuntikkan vaksin kepada orang-orang pada musim gugur 2021 atau sekitar bulan September, Oktober, November 2021.

Ironis sekali, vaksin covid belum pasti kapan waktunya bisa digunakan namun pemerintah dan masyarakat sudah ngotot hendak sekolah tatap muka, bukankah ini akan membahayakan bagi anak-anak juga masyarakat?

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co