Rezim Baru Amerika, Angin Segar untuk Muslim?

Irayanti S.AB
Irayanti S.AB

Oleh : Irayanti S.AB (Relawan Media)


 

Negeri Paman Sam dan Patung Liberty (baca: Amerika Serikat) telah menyelenggarakan pemilihan umum Presiden AS. Dua kandidat beradu merebutkan kursi di gedung putih yakni Trump dan Joy Biden.

 

Ternyata, Joy Biden memenangkan kursi presiden Amerika Serikat setelah meraih 290 suara elektoral mengalahkan Trump yang hanya meraih 214 suara elektoral. Dengan begitu, Biden akan menjadi Presiden Amerika Serikat ke-46.

 

Janji Manis Kapitalis

Dalam masa kampanye, Joe Biden berjanji kepada umat muslim akan perlakukan agama Islam sebagaimana mestinya (jakbarnews.pikiran-rakyat.com/07/11/2020).

 

Dirilis dari wartaekonomi.co.id (10/11/2020), presiden terpilih Biden berjanji pada hari pertama masa kepresidennya akan mencabut larangan perjalanan pada pelancong dari 13 negara, yang sebagian besar negara mayoritas Muslim atau Afrika yang telah diatur oleh rezim sebelumnya yakni Trump.

 

Janji inilah yang membuat sebagian muslim bersimpati dan menaruh harap kepada Biden. Seakan ada angin segar bagi muslim pasca pemerintahan Trump yang begitu menyesakkan dada. Namun, benarkah demikian?

 

BACA JUGA :   Kantongi Suara Sebanyak 13.864, Aksan : Terima Kasih Atas Kepercayaan Masyarakat Kendari

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co