, ,

Sidoarjo Darurat Trafficking

Ilustrasi
Ilustrasi

Oleh : Meyla Hanna

 

Definisi Trafficking

Trafficking merupakan jenis kekerasan terhadap kemanusiaan yang amat kompleks, dan kejahatan yang sangat mengerikan. Tidak heran kalau banyak orang menyebutnya sebagai perbudakan modern. Secara definitif, trafficking adalah segala tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atau orang lain tersebut, baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar negara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi. (UU PTPPO No. 21/2007).

Sidoarjo Darurat Trafficking

Baru baru ini unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) SatreskrimPolresta Sidoarjo berhasil mengungkap kasus perdagangan manusia dengan menangkap Sri Rahayu (48) warga Desa Gelam Kecamantan Candi yang diduga menjadi mucikari dengan menjual Mawar (20)  wanita yang kost di Taman Pinang Indah Desa Banjarpoh Sidoarjo. (SIDOARJOterkini)

Mami Ayu begitu tersangka ini dipanggil, mucikari yang sudah dua tahun ini telah memanfaatkan Mawar dan wanita lain yang dibawah kendalinya untuk ditawarkan kencan dan selebihnya kepada lelaki hidung belang di kawasan Sidoarjo. KasatreskrimPolresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris mengatakan, tersangka ini menyediakan wanita pesanan para lelaki kenalannya untuk menemani karaoke dan berlanjut ke hotel dengan BO (BookingOut)

“SR ini akan menyiapkan wanita setelah ada kesepakatan harga dengan lelaki pemesannya,” ungkap Kasatreskrim di halaman Mapolresta Sidoarjo, Rabu (13/2/2019).Lebih lanjut Harris mengatakan, dalam kasus ini Tersangka SR menawarkan Korban Mawar kepada lelaki dengan mematok harga BO senilai Rp 2.100.000.“Keuntungan yang diperoleh oleh SR adalah Rp 900.000 sementara sisanya diberikan kepada Mawar, “jelasnya.“Tersangka SR akan dijerat dengan Pasal 2 UURI No. 21 tahun 2007 tentang deak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun, “pungkasnya.  (cles)

BACA JUGA :   Pemanggilan Control Room PT OSS Tahap Empat

Sungguh menyeramkan fakta yang terungkap ini, mengingat permasalahanperdagangan manusia seperti fenomena gunung es yang belum mampu kitakalkulasi datanya dengan pasti sampai keakarnya. Namun pertanyaan penting dari semua itu adalah kenapa hal ini bisa terjadi?

Kapitalisme, Akar Masalahnya

Penyelesaian pemerintah dengan penegakan sanksi sesuai Pasal 2 UURI No. 21 tahun 2007 tentang tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun, sungguh tidak menjadi solusi masalah ini. Karena selama ini pemerintah pusat dan daerah masih berfokus pada kuratif atau penanganan, bukan preventif atau pencegahan. Negara juga tidak mampu menyelesaikan permasalahan klasik ini dengan tuntas sampai ke akarnya.

Padahal dalam Islam, wanita sangat diperhatikan dengan baik dan dimuliakan. Karena dari rahim wanita lah, generasi sebuah peradaban terlahir. Namun kenyataannya kini, musuh-musuh Islam mengetahui salah satu faktor kekuatan masyarakat muslim terletak pada para wanita muslimahnya. Mereka sangat gelisah saat melihat para wanita muslimah kembali memberikan kontribusi kepada umat saat ini. Salah satu caranya yaitu dengan melahirkan para ulama dan mujahid yang tulus. Di sisi lain, mereka juga takut para muslimah berperan aktif dalam menciptakan perubahan menuju masyarakat Islami.

Maka lahirlah sebuah aturan kehidupan pengganti Islam sebagai sistem menyeluruh yang mampu menjerumuskan wanita muslimahke dalam jurang kehinaan dan keterpurukandengan keterlibatan mereka sebagai objek perdagangan manusia, atas iming-iming limpahan materi di tengah kesulitan hidup sistemikyang mereka hadapi.

Aturan kehidupan pengganti Islam tersebut adalah tidak lain bernama kapitalisme. Dengan asas sekulerismeyang memisahkan agama dari kehidupan, nyatanya memang ampuh menjadikan manusia mendewakan materi dan kesenangan hidup di dunia. Karena itu, sistem kapitalisme telah mencabut aspek kemanusiaanseseorang, mencari keuntungan di tengah kelemahan wanita dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

BACA JUGA :   Tiga Dinas di Konawe Buruk Capaian PAD 2019

Kembali pada Islam

Satu-satunya solusi tuntas untuk melenyapkan kasusperdagangan wanita adalah dengan kembali pada Islam. Dengan penerapan Islam, maka akan membuat masyarakat jauh dari pemahaman sekuleryang penuh kebebasan dan materialisme. Juga memahami bahwasanya perilaku seks bebas merupakan perbuatan buruk yang sangat dimurkai Allah. Sebagaimana FirmanNya :

وَالَّذِينَلَايَدْعُونَمَعَاللَّهِإِلَٰهًاآخَرَوَلَايَقْتُلُونَالنَّفْسَالَّتِيحَرَّمَاللَّهُإِلَّابِالْحَقِّوَلَايَزْنُونَۚوَمَنْيَفْعَلْذَٰلِكَيَلْقَأَثَامًايُضَاعَفْلَهُالْعَذَابُيَوْمَالْقِيَامَةِوَيَخْلُدْفِيهِمُهَانًا

Dan orang-orang yang tidak menyembah illah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, [al-Furqân/ 25:68-69].

Terlebih negara dalam sistem Islam, akan menetapkan sanksi bagi pelaku perbuatan nista ini, sesuai perintah Allah Subhanahu waTa’ala:

الزَّانِيَةُوَالزَّانِيفَاجْلِدُواكُلَّوَاحِدٍمِنْهُمَامِائَةَجَلْدَةٍۖوَلَاتَأْخُذْكُمْبِهِمَارَأْفَةٌفِيدِينِاللَّهِإِنْكُنْتُمْتُؤْمِنُونَبِاللَّهِوَالْيَوْمِالْآخِرِۖوَلْيَشْهَدْعَذَابَهُمَاطَائِفَةٌمِنَالْمُؤْمِنِينَ

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kamu kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akherat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman. [an-Nûr/24:2]

Para ulama mengatakan : “ini sanksi bagi perempuan dan lelaki yang berzina apabila keduanya belum menikah. Sedangkan bila telah bersuami atau pernah menikah maka keduanya dirajam (dilempari) dengan batu hingga mati.

Namun, sanksi diatas mustahil dilakukan dalam kondisi saat ini dimanasekulerisme dan liberalisme menjadi asas kebijakan yang diterapkan negara. Maka satu-satunya jalan menuju perubahan hakiki untuk melindungi wanita dari sindikat perdagangan manusia dan dapat membuat kehidupan masyarakat lebih baik memang tidak lain harus menerapkan Islam secara kaffah di ranah negara. Wallahua’lam. (***)

BACA JUGA :   Usai Dilalap APi, Begini Kondisi Anisa Bocah 5 Tahun Warga Koltim

 

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co