,

Sistem Islam Menghapus Virus LGBT

Ketgam : Ilustrasi Virus LGBT
Ketgam : Ilustrasi Virus LGBT

Oleh: Kamila Amiluddin

(Guru dan Pemerhati Anak, Member Akademi Menulis Kreatif)

 Dizaman yang serba canggih saat ini siapa sih yang tidak tersentuh media sosial? dari kalangan manapun jika ditanya pasti faham dengan media sosial, dari anak kecil hingga orang tuapun menggunakannya. Bahkan anak yang baru lahir saja sudah memiiki akun instagram, seperti kebanyakan yang dilakukan para artis ketika mengabadikan momen bersama anak mereka.

Media Sosial adalah media online (daring) yang dimanfaatkan sebagai sarana pergaulan sosial secara online di internet. Di media sosial, para penggunanya dapat saling berkomunikasi, berinteraksi, berbagi, networking, dan berbagai kegiatan lainnya.
Beberapa contoh media sosial yang banyak digunakan adalah YouTube, Facebook, Blog, Twitter, Instagram, Path dan lain-lain.

Belakangan ini netizen dibuat resah dengan adanya akun instagram dengan nama @alpantuni yang mendeskripsikan dirinya “komik muslim gay” Seperti yang dilansir detik.com

akun tersebut sudah memiliki 3.708 ribu followers. Gambar profilnya adalah pria muda berkulit cokelat memakai kopiah. Deskripsi akun itu adalah ‘Gay Muslim Comics’. (10/02/2019)

Akun yang diduga berasal dari Malaysia tersebut memenuhi  setiap postingannya dengan hashtag yang berkaitan dengan LGBT lalu dikaitkan dengan kata muslim, Indonesia juga Malaysia. Bagaimana tidak menimbulkan reaksi keras dan negatif karena Indonesia yang mayoritasnya adalah Islam sangat mengutuk akun tersebut.

Virus kemaksiatan semakin gencar dipublikasikan terlebih dengan adanya hari kaum kuffar yakni valentine maka semakin banyak pula peluang terjerumusnya kaum millenial. Hal seperti ini harus segera diberantas agar tidak ada yang meniru akun serupa untuk menarik dukungan yang lebih banyak. Sistem sekuler demokrasi yang dianut Indonesia saat ini seakan memberi ruang suburnya kemaksiatan termasuk LGBT.

BACA JUGA :   1 SSK Amankan Debat Bupati Dan Wakil Bupati Koltim

Didalam Islam Allah telah mengatur segala urusan yang berkaitan dengan hajat hidup manusia, salah satunya gharizatun nau’ atau biasa kita sebut dengan naluri melestarikan keturunan. setiap manusia telah dianugerahkan fitrah seksual oleh Allah, namun bagaimana pemuasan akan tuntutan kebutuhan dari gharizah tersebut dapat terpenuhi dengan semestinya? maka setiap manusia wajib mempelajari dan memahami dengan benar agar tidak salah dalam bertindak.

 Allah berfirman dalam Q.S. An-Nur ayat 32 :

Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan.

Maksud dari ayat tersebut adalah Allah telah menciptakan setiap manusia itu berpasang-pasangan, yaitu antara laki-laki dan perempuan untuk melestarikan keturunan dalam bingkai ikatan yang halal ialah pernikahan agar terpenuhi dengan prilaku keimanan. Bukan dengan tindakan LGBT yang jelas-jelas tidak sesuai dengan perintah Allah.

Banyak hal yang seharusnya dimanfaatkan dari media sosial, yaitu menjadi alat untuk mencerdaskan umat, menyebarkan kebenaran atau sebagai sarana dakwah, memberi edukasi, memuat pemahaman Islam secara kaffah. Namun bisa juga menguak segala kelemahan-kelemahan rezim saat ini sehingga masyarakat mampu menilai sisi baik dan buruknya negara kita.

Jangan sampai apa yang kita bagikan, tulis ataupun yang terposting menjadi pemberat amal buruk kita. Karena hal sekecil apapun akan dihisab oleh Allah. Sesuai dengan yang Allah katakan dalam ayatnya Q. S. Al Qalam 1 :

Demi pena dan apa yang mereka tuliskan

sudah sewajibnya negara ikut beperan dalam kasus akun sesat yang mengusung tema LGBT tersebut sehingga tidak merusak generasi-generasi umat. Bukan sebaliknya menggunakan kekuatan negara untuk menyatakan perang ideologi dan opini.

syariah Islam mengharuskan negara untuk senantiasa menanamkan akidah Islam dan membangun ketakwaan pada diri rakyat.  Negara pun juga berkewajiban menanamkan dan memahamkan nilai-nilai norma, moral, budaya, pemikiran dan sistem Islam kepada rakyat.

BACA JUGA :   Lintas Cabang Ikami Sul-Sel Desak Muscab Segera di Gelar

Ketahuilah jika sistem demokrasi dihilangkan dan diganti dengan sistem Islam maka akan terjaga akhlak generasi kita, banyak keberkahan, kesejahteraan bagi umat.(***)

 

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co