Sistem Rusak, Lahirkan Generasi Rusak

Oleh : Miranda Anugrah Usman

(Mahasiswi Universitas Haluoleo)

OPINI : ‘12 Siswi SMP di salah satu sekolah di Lampung Hamil ‘. Ya, itulah salah satu judul artikel yang sempat menghebohkan warga net beberapa hari yang lalu. Bagaimana tidak, judul besar artikel tersebut sudah menggambarkan dengan jelas kondisi remaja Bangsa saat ini.

Temuan di salah satu daerah di Bumi Ruwai Jurai tersebut sontak saja menjadi perhatian serius Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung. Dwi Hafsah Handayani yang tak lain merupakan direktur dari PKBI tersebut menyebutkan bahwa 12 siswi tersebut terdiri dari kelas VII,VIII dan IX (Tribunlampung.co.id 2/10/2018)

Berdasarkan penelusuran reporter Tribunlampung.co.id di sejumlah minimarket di Bandar Lampung, senin (1/10/2018) Sore, terungkap bahwa tidak sedikit konsumen yang terlihat masih usia pelajar,membeli kondom di minimarket.

Pasalnya, kondom di minimarket dijual bebas dan sangat mudah di temui karna dipajang di dekat meja kasir. Menurut salah satu karyawan yang dijadikan informan, para remaja rata-rata membeli kondom tersebut paling banyak di hari sabtu atau malam minggu.

Sepertinya tak cukup sampai disitu, dikabarkan bahwa 20 persen pelanggan pekerja seks adalah pelajar SMA. Mereka yang awalnya coba-coba dan tahu dari teman akhirnya menjadi pelanggan resmi meski jarang-jarang. Sehingga ada beberapa dari pelanggan remaja SMA ini yang akhirnya mengalami penyakit kelamin seperti sipilis dan kencing nanah (Tribunlampung.co.id 2/10/2018).

Kasus kerusakan remaja Tanah Air sepertinya tak habis untuk diperbincangkan, salah satunya datang dari daerah sendiri,Bumi Anoa kota Kendari dimana beberapa saat yang lalu telah beredar video anak-anak remaja SMP yang berusaha viral dengan perkataan mereka yang tidak sopan bahkan tidak sesuai dengan umur dan akhlak seorang pelajar.

Niat untuk menjadi viral dan terkenal, naas nasib berkata lain. Pagi ini, jum’at 12/10/21018 para Siswi dari salah satu SMP di kota sagu ini harus berurusan dengan pihak kepolisisan. Dilansir langsung dari situs resmi Polda Sultra, kapolsek kandai, kompol La Ode Arief telah memerintahkan dua orang anggotanya untuk melakukan penyelidikan sekaligus mendatangi sekolah para siswi tersebut.

BACA JUGA :   Lakukan Kunker di Koramil Tinanggea, Dandim Kendari Tekan Babinsa Agar Lebih Pro Aktif

Sistem Sekuler, sumber dari rusaknya Generasi Tanah Air

Beberapa contoh kasus diatas hanyalah segelintir kecil dari ribuan kasus kenakalan dan kerusakan remaja. Masih sangat banyak bentuk-bentuk kenakalan remaja saat ini yang sangat jauh dari sentuhan aqidah islam.

Tentu hal ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekuler yang telah memberikan kebebasan kepada para remaja sehingga mereka dapat mengakses apapun yang ingin mereka ketahui.  Tanpa adanya bimbingan dan pengawasan dari Orang Tua. Maraknya pergaulan bebas telah melahirkan generasi yang rusak bagi masa sekarang dan masa yang akan datang.

Belum lagi para remaja tersebut diberikan fasilitas yang sangat memadai berupa media digital yang merupakan produk technology barat yang terbukti sebagai mesin perusak dan penghancur generasi muslim. Hal ini dibuktikan dengan kemudahan mengakses sesuatu yang berbau dewasa dengan bebas tanpa adanya syarat penggunaan umur.

Para remaja terebut tidak hanya difasilitasi berupa media online yang sangat mudah untuk di akses siapa saja yang mampu untuk menggunakannya, mereka juga diberikan kemudahan dengan adanya program pemberian kondom geratis setiap tanggal 14 februari yang katanya merupakan hari ‘kasih sayang’. Seakan perusakan mental generasi Tanah Air ini merupakan program besar yang telah direncanakan.

Tak terlihatnya keterlibatan penuh pemerintah dalam menangani kasus ini sontak saja membuat kecewa beberapa pihak. Padahal seharusnya jika saja Negara mau turut andil dengan sempurna dalam memberantas kasus rusaknya mental generasi ini, tentu saja semua akan mudah dilakukan. Memberlakukan penjualan alat kontrasepsi secara bersyarat, misalnya. Namun sayangnya, hal ini sepertinya masih berupa angan-angan semata.

Islam solusi tuntas penyelamat Generasi

Didalam sistem Islam, penanganan kenakalan remaja tak dilakukan hanya pada saat kasus telah terjadi, melainkan dilakukan diawal atau dengan cara pencegahan terjadinya penyimpangan tersebut.

BACA JUGA :   Ratusan Ibu-ibu di Konawe Unjuk Rasa

Islam telah mengatur etika pergaulan remaja muslim dan muslimah. Perilaku tersebut merupakan batasan-batasan yang dilandasi atas nilai-nilai agama. Oleh karena itu perilaku tersebut harus diperhatikan,dipelihara dan dilaksanakan oleh para remaja. Misalnya aturan yang mewajibkan untuk menutup aurat, baik untuk muslim maupun muslimah demi menjaga kerhomatan diri dan kebersihan hati.

Kemudian menjauhi perbuatan zina dengan mengatur pergaulan antara pria dan wanita sesuai dengan batas-batas yang wajar,menundukkan pandangan,baik laki-laki maupun wanita harus betul-betul bertaqwa kepada kepada Allah SWT. Sehingga ketaqwaan inilah yang akan menjadi tameng agar seorang remaja takut untuk melakukan maksiat.

Penanaman aqidah dan keimanan yang kuat inilah yang seharusnya ditanamkan kepada diri seorang anak dimulai dari lingkungan keluarga, mengingat bahwa lingkungan keluargalah benteng utama pelindung anak. Sehingga peran Orang Tua dan keluarga merupakan faktor yang sangat penting dalam penanganan rusaknya generasi saaat ini.

 Lalu bagaimana bila ternyata lingkungan keluarga yang ada justru lingkungan yang menjadi sumber rusaknya para generasi tersebut ? banyak survei yang telah dilakukan yang menunjukkan bahwa ternyata para remaja yang melakukan pergaulan bebas tersebut berasal dari keluarga Brokenhome. Sehingga mereka mencari kesenangan lain diluar sana yang tentunya tanpa pengawasan orang dewasa.

Maka dari itu, disinilah peran Negara yang seharusnya mengajak,mengayomi dan memberikan edukasi kepada para Orang Tua agar dapat mendidik anaknya sesuai dengan edukasi dan aqidah islam. Sehingga para remaja tersebut akan merasa nyaman bersama dengan Orang Tua maupun keluarganya yang tentunya dengan sentuhan Islam.

Selain itu, dakwah merupakan salah satu ujung tombak yang dapat menghentikan laju kenakalan remaja saat ini. Dengan sering-sering menasehati kawan kita, menyampaikan amar ma’ruf nahi mun’kar ditengah-tengah ummat saat ini dapat menjadi salah satu cara jitu.

BACA JUGA :   Kantongi Suara Sebanyak 13.864, Aksan : Terima Kasih Atas Kepercayaan Masyarakat Kendari

Islam mengajarkan agar kita selalu saling menasehati dalam kebaikan, mengajak dalam kebenaran dan menyeru pada ketaatan. Apabila seluruh ummat manusia saling menasehati maka akan menurun dengan sendirinya lah angka kenakalan remaja.

Ingat, Rasulullah Saw. Pernah bersabda  ”barang siapa yang melihat kemungkaran, maka cegahlah dengan tanganmu. Apabila belum bisa, maka cegahlah dengan mulutmu, apabila belum bisa, cegahlah dengan hatimu, dan mencegah kemungkaran dengan hati adalah pertanda selemah-lemahnya iman”

Sejarah pergolakan dakwah Islam di dunia juga mencatat bahwa pemuda memegang peranan penting. Dalam Al-qur’an sangat banyak history heroik tentang pemuda. Pada masa nabi Muhammad Saw misalnya, ada Ali Bin Abi Thalib yang umurnya masih 8 tahun waktu itu, beliuau mempunyai kecerdasan dan kepiawaian dalam menyusun strategi perang serta menjadi khilafah pada usia muda.

Atau ada Saad Bin Abi Waqqash yang menjadi panglima perang menundukkan Persia pada usia 17 tahun, dan Muhammad Al-Fatih yang merupakan sosok setelah para sahabat yang mampu menaklukkan Konstantinopel pada usia 24 tahun. Serta masih banyak pemuda-pemuda pada masa kejayaan Islam yang banyak menorehkan prestasi luar biasa.

Walhasil, berbicara persoalan generasi muda bukanlah pencapaian dari sisi akademis namun miskin ruh Islam. Islam adalah agama yang sempurna yang didalamnya terdapat mualajat musykilat (pemecahan problematika) termasuk membina generasi muda agar sesuai dengan aturan Allah SWT.

 Wallahu’alam bi ash-shawab


Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co