Sistem Sekularisme, Suburkan Kerusakan Keluarga

Rima Septiani
Rima Septiani

Oleh : Rima Septiani, S.Pd (Pemerhati Sosial)

            Kasus perceraian yang terjadi di negeri ini  sudah tak terbendung lagi. Baru-baru ini viral sebuah video yang memperlihatkan antrian orang-orang yang mengurus perceraian  di Pengadilan Agama Soreang, Jawa Barat. Kejadian tersebut  mendapat perhatian Menteri Agama Fachrul Razi. Menag mengingatkan pandangan agama terkait pilihan yang diambil pasangan tersebut. Menag tak menampik pandemi COVID-19 telah mempengaruhi kehidupan keluarga di Indonesia. Apalagi dampak perceraian biasanya memprihatinkan bagi perkembangan anak.

(www.news.detik.com/30/8/2020)

Perceraian, Bukti Kerusakan Keluarga

            Salah satu faktor penyebab perceraian biasanya dimulai dengan  pertengkaran, KDRT, merasa tidak bahagia antar pasangan, ketidaksetiaan pasangan, faktor ekonomi atau hal sepele lainnya, sehingga  terpikir untuk segera mengakhiri pernikahan tersebut. Masalah ini biasa terjadi akibat dari minimnya ilmu rumah tangga yang dipersiapkan sebelum menjalaninya.

            Perceraian memang sering dianggap  jalan keluar terhadap deretan masalah keluarga. Meskipun  ada kebolehan untuk memutuskannya, namun patut diingat bahwa hal tersebut merupakan perkara yang dibenci oleh syariat. Apatahlagi, jika perceraian tersebut dianggap trend seperti sekarang. Seperti fakta yang terjadi sekarang, masifnya pasangan yang mengajukan gugatan cerai, berada pada angka fantastis. Ini merupakan bukti bahwa konsep rumah tangga idaman jauh dari harapan. Di sisi lain, hal ini menujukkan adanya masalah internal yang terjadi dalam keluarga, seperti ketidaksiapan secara ekonomi, sosial, dan psikologis sehingga berakibat fatal bagi kelangsungan pernikahan.

            Statistik menunjukkan bahwa sekitar 60 persen dari semua kasus perceraian terjadi dalam sepuluh tahun pertama perkawinan. Bahkan maraknya perceraian, seperti yang dilakukan oleh kaum selebriti, membuat perceraian menjadi pilihan gaya hidup semata. Pada akhirnya angka perceraian terus melonjak dan hal ini menjadi masalah besar yang menimpa umat, khususnya kaum muslimin di Indonesia.

BACA JUGA :   Kemiskinan, Ancaman Nyata Indonesia

            Selama masa pandemi COVID-19, pengadilan Agama Kota Semarang mencatat angka perceraian meningkat drastis. Kenaikan kasus hingga tiga kali lipat itu disinyalir disebabkan masalah ekonomi dalam rumah tangga.Pada Mei, ada 98 kasus sampai Juni pertengahan ada 291 perkara, sedangkan Pengadilan Agama Cianjur mencatat, ada 788 perkara, sepanjang Juni, sementara Mei ada 99 perkara, secara akumulatif periode Januari-Juni 2020 mencapai 2.049 perkara. (Wartakotalive.com).

            Tingginya kasus perceraian yang terjadi di indonesia, tidak terlepas dari akibat penerapan sistem sekularisme yang sejatinya menyuburkan segala masalah dalam negeri ini. Masalah ekonomi, sosial, pergaulan, hinga merambah ke dalam ligkup keluarga. Konsep yang dilahirkan sistem sekularisme ini, sangat jauh dari nilai-nilai agama. Sehingga aturan agama merupakan hal yang terlarang jika disangkut pautkan dalam kehidupan. Sekularisme telah mencegah pola pikir kaum muslimin dalam memahami konsep  sebuah rumah tangga yang ideal dalam pandangan Islam.

            Perlu adanya upaya untuk meminimalisir  kasus perceraian yang terkesan membudaya di negeri ini. Yaitu adanya peran keluarga dalam memahami tujuan pernikahan merupakan pilar penting yang bisa diharapkan dalam membangun konsep rumah tangga yang diridhoi oleh Allah SWT.

Islam sebagai Solusi

            Pernikahan merupakan salah satu amalan yang bernilai ibadah. Pernikahan juga merupakan salah satu amal yang Allah perintahkan kepada hambanya, dalam rangka memenuhi hasrat naluri untuk melestarikan keturunan. Olehnya itu, Islam memberikan gambaran sekaligus petunjuk sempurna dalam menjalaninya agar ketenangan dan kebahagiaan dapat diraih.

Allah SWT berfirman :

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kau cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikannya di antaramu kecintaan dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”(QS Ar-Rum: 21)

BACA JUGA :   UU Cipta Kerja : Matinya Kepekaan Penguasa kepada Rakyat

            Pernikahan yang harmonis dan bertahan lama dapat dikatakan sebagai bentuk dari kuatnya ketahanan keluarga dalam menghadapi berbagai macam rintangan pernikahan. Di tengah berbagai himpitan hidup yang mendera keluarga kamu muslimin, Islam hadir sebagai solusi solutif untuk mengatasi berbagai macam problematika pernikahan, khususnya perceraian.

            Islam mengajarkan konsep rumah tangga sakinah, mawaddah, warahmah sebagai salah satu bentuk keberkahan dari pernikahan yang dijalani. Sebagai seorang muslim, tentunya kita wajib memahami bahawa keluarga merupakan pilar penting yang wajib dijaga dalam rangka membentuk peradaban mulia, yaitu peradaban Islam.

            Keluarga muslim,baik Bapak atau pun Ibu mestinya memahami peran mereka masing-masing. Seorang ayah mempunyai kewajiban mencari nafkah dan seorang ibu tugas utamanya adalah mendidik generasi terbaik. Meskipun kita tidak bisa pungkiri bahwa himpitan hidup yang berat dan sulit, menjadi salah satu faktor kerusakan keluarga muslim, namun hal tersebut bukanlah justifikasi keutuhan rumah tangga tidak dapat dipertahankan.

            Islam pun akan meminimalisir kasus perceraian dengan aturannya yang sempurna. Islam mampu menjaga keluarga muslim dari berbagai macam gangguan pernikahan. Sebagaimana dipahami bahwa pernikahan merupakan ibadah, tentu saja menjalaninya harus dengan pemahaman Islam.

            Kita tidak akan lagi mendapatkan kasus pemukulan, ketidakadilan, bahkan penelantaran di antara pasangan, karena antara suami dan istri memahami hakikat pernikahan, atapun hak dan kewajiban masing-masing, sehingga menjaga kelanggengan keluarga, dianggap sebagai bagian dari ketaatan kepada Allah SWT.

            Maka dengan penerapan hukum-hukum Islam lah, pernikahan ideal dan sempurna akan tercapai.

Wallahu alam bi ash shawwab.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co