, ,

Soal Dugaan Penyerobotan Lahan, Laporan Bupati Koltim Dianggap Daluarsa

Ketgam : Pengadilan Negeri (PN) Unaaha menggelar sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana penyerobotan lahan yang terletak di Kecamatan Lambuya
Ketgam : Pengadilan Negeri (PN) Unaaha menggelar sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana penyerobotan lahan yang terletak di Kecamatan Lambuya

KALOSARA NEWS : Pengadilan Negeri (PN) Unaaha menggelar sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana penyerobotan lahan yang terletak di Kecamatan Lambuya, Rabu (9/1/2019). Dalam persidangan tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Agus Maksum M, SH MH dengan Hakim Anggota, Leli Salempang, SH bersama Iin Fajrul Huda, SH, MH.

 

Sidang sekitar pukul 11 : 16 Wita yang dilaksnakan di ruangan Utama PN Unaaha, JPU menghadirkan dua saksi yakni Boy Ihwansyah dan Yeni Rusbianti dengan terdakwa Koma Bin La Benggolo (54) warga desa Wonua Hoa dan Djunaid alias Duna Bin Karasai ( 49) warga Desa Asaki serta terdakwa Matondo warga Kecamatan Lambuya.

 

Jusriman, SH selaku penasehat hukum terdakwa Koma Bin Labenggo dan Djunaid alias Duna Bin Karasai mengatakan dari awal perkara penyerobotan lahan yang dilaporkan Tony Herbiansyah bersama saudara kandungnya tersebut ada keanehan dalam peroses penanganannya.

 

Perkara ini kata dia lebih kepada perkara perdata, bukan perkara pidana sebagaimana yang terjadi saat ini. Belum ada pembuktian secara hukum melalui putusan pengadilan yang menyebutkan bahwa lahan yang disengketakan tersebut merupakan milik sah saksi pelapor.

“Persoalan ini sesungguhnya kami melihat aneh sebetulnya. Karena persoalan ini kan lebih ke persoalan perdata,” kata Jusriman yang diamini rekannya, Iswandi Salripin, SH saat ditemui awak media usai mendampingi kliennya dalam persidangan.

 

Menurut Jusriman, meski saksi korban menunjukkan sertipikat sebagai bukti kepemilikan di persidangan, tetapi kenapa dari awal pada saat kliennya mengolah tanah tersebut tidak dilakukan pencegahan. Bahkan saksi diketahui menerbitkan sertipikat lahan tersebut setelah sekian lama lahan itu diolah oleh terdakwa.

 

“Kenapa pada saat mereka menyerobot itu, itu mereka tidak langsung melaporkan ke kantor Polisi. Kenapa kemudian langsung melapor ke kantor Polisi, nanti sudah puluhan tahun itu lantas kemudian mereka melaporkan ke kantor Polisi, ini kan tidak benar,” tuturnya.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co