,

Soal Sikap Kabid Minerba ESDM, Ini Tanggapan PT Paramitha

Ketgam : Public Relations (PR) PT Paramitha Persada Tama, Andi Muhammad Syafriansah saat memperlihatkan dokument kepada awak media
Ketgam : Public Relations (PR) PT Paramitha Persada Tama, Andi Muhammad Syafriansah saat memperlihatkan dokument kepada awak media

KALOSARA NEWS : Pernyataan Kepala Bidang (Kabid) Mineral dan Batubara (Minerba) Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Yusmin, yang melontarkan akan memberhentikan 22 perusahaan karena telah melakukan pencurian ore nickel, rupanya mendapat tanggapan serius. Tak terkecuali, PT Paramitha Persada Tama juga angkat bicara.

Melalui Public Relations (PR) PT Paramitha Persada Tama, Andi Muhammad Syafriansah mengatakan, pernyataan Yusmin untuk mencabut IUP 22 Perusaahan pertambangan karena tidak memiliki Surat keterangan Verifikas (SKV), Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dinilai tidak memiliki landasan hukum yang jelas.Kamis (14/2/2019)

Mestinya, sebelum mengeluarkan pernyataan tersebut, pihak ESDM harus terlebih dahulu melayangkan surat teguran kepada 22 perusahaan yang menurutnya (Yusmin red) telah terbukti bermasalah.

“Kalau ada kesalahan beri teguran. PT Paramitha siap menerima sangsi jika memang itu terbukti salah, namun harus ada landasan hukum yang jelas, jika terbukti 22 perusahaan ini melakukan kesalahan” ucap Andi saat ditemui disalah satu warung makan di Kendari

Kerena, sejak masa beroperasi di Desa Boedingi Dan Boenaga Kecamatan Lasolo Kepulauan, Konawe Utara pada tahun 2016, PT Paramitha sudah menyelesaikan segala bentuk kelengkapan administrasi, baik Izin Usaha Pertambangan (IUP), Pembayaran Pajak Pada Negara bahkan surat keterangan Verifikasi (SKV) sebelum memberangkatkan tongkang yang memuat ore nickel.

“Legalitas kami sejak beroperasi pada tahun 2016 sudah lengkap dan ini bisa di buktikan, karena sejak tahun 2016 hingga 2019 kami masih melakukan pemuatan ore nickel” terang Andi

Lanjut Andi menjelaskan, pada tanggal 3 Januari 2019 pihaknya juga sudah melayangkan dokumen serta keterangan pemuatan ore nickel yang akan di verifikasi oleh ESDM

“Setiap kami mau melakukan pemberangkatkan ore nickel kami selalu melayangkan surat kepada dinas ESDM untuk diverifikasi dan ada buktinya” jelas dia sembari memperlihatkan surat tersebut kepada awak media

BACA JUGA :   KPU Tunggu Putusan MK Soal Penetapan Calon Terpilih di Konawe

Saat dikonfirmasi terkait RKAB yang menjadi syarat perusahaan pertambangan, Andi menegaskan. pihaknya sejauh ini sudah melakukan presentase dan perbaikan,bahkan kelengkapan itu kata Andi sudah di Acc oleh tim teknis verifikasi data yang dibentuk oleh ESDM Sultra

“Mengenai RKAB, itu sudah kami lakukan persentasi pada tanggal 14 Desember 2018 yang lalu yang nantinya akan diterapkan pada pelaksanaan 2019, saat itu kami diminta oleh Tim Teknis untuk melakukan perbaikan karena masih terdapat kekurangan sedikit, dengan waktu yang diberikan selama 2 Minggu untuk melakukan perbaikan. Hanya 8 hari kami sudah lengkapi datanya. lalu, kami kembali di evaluasi lagi oleh tim teknik, melihat berkas kami sudah rampung tim teknis memberikan tanda tangan sebagai bukti bahwa berkas kami sudah di ACC hingga hari ini, RKAB kami belum di terbitkan oleh ESDM Sultra”

Sehingga, pihaknya menilai bahwa RKAB PT Paramitha itu, sesuai aturan yang berlaku sudah dikategorikan sah, ” sesuai aturan yang berlaku jika 14 hari masa kerja RKAB belum disahkan oleh ESDM maka secara otomatis RKAB kami sudah sah”

Dengan itu, pihaknya meminta pemerintah harus lebih objektif dalam menilai persoalan tersebut, karena menurutnya bisa jadi masih banyak juga perusaahan yang ada di Sultra masih bermasalah diluar 22 perusahaan itu.

“Kami minta adanya keadilan saja.kok hanya 22 perusahaan saja. Pemerintah juga harus selalu objektiflah dalam melihat persoalan apalagi perusahaan tambang, karena kami akan selalu mendukung kebijakan pemerintah selama hal itu masih mengacu pada aturan-aturan yang ada dan memiliki kepastian hukum jelas” tutupnya

Untuk diketahui, PT Paramitha Persada Tama juga masuk 22 perusaahan pertambangan yang di katakan oleh Kabid Minerba telah melakukan pencurian ore nickel karena tidak memiliki SKV.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co