Suara Kritis Mahasiswa Diamputasi lagi!

OPINI : Bagaimana bisa mahasiswa dilarang berbicara berpolitik untuk mengerus masyarakat padahal peran mahasiswa yang di butuhkan untuk membawa perubahan negeri menjadi lebih baik.

Seperti dikutip dari Salatiga – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, akan segera mengeluarkan peraturan tentang larangan kampus tidak boleh untuk kegiatan politik praktis. Dikeluarkannya peraturan ini karena sebentar lagi akan dilangsungkan kampanye Pilpres.

“Kampus adalah pendidikan tinggi untuk memajukan pendidikan. Tidak boleh semua perguruan tinggi negeri maupun swasta, sebentar lagi akan saya keluarkan peraturan, ini kampus tidak boleh untuk berpolitik praktis,” kata Menristekdikti Mohamad Nasir usai memberikan kuliah umum dengan tema “Mahasiswa sebagai SDM unggul mendukung peningkatan daya saing bangsa di Era Industri 4.0” di Kampus UKSW, Salatiga, Sabtu (15/9/2018).

Kembalikan Fitrah Mahasiswa

Kampus adalah pusat intelektualitas, yang memang seharusnya disitu terjadi aktivitas intelektual, mengkaji masalah, mengingatkan kebijakan dan mengungkapkan secara kreative. Itulah yang dilakukan oleh kedua mahasiswa ini.

Pemikiran kritis, dan konstruktif diharapkan selalu lahir dari pola pikir para mahasiswa. Suara mahasiswa kerap kali merepresentasikan dan mengangkat realita sosial yang terjadi di masyarakat.Sikap idealisme mendorong mahasiswa untuk memperjuangkan sebuah aspirasi pada penguasa.

Berdasarkan berbagai potensi dan kesempatan yang dimiliki oleh mahasiswa, tidak pantas bila mahasiswa hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negaranya. korupsi yang menjadi tradisi, kebijakan-kebijakan pemerintahyang tidak jelas, regulasi-regulasi yang tidak terlaksana dengan efektif sehinggga berdampak buruk terhadap masyarakat.

makin haribukan progres yang dapat kita temukan malahan regresi yang semakin mengerikan, misalkan masalah kemiskinan, kesenjangan sosial, infrastruktur yang tidak tertata dan masih banyak lagi masalah yang seakan menjadi ciri khas bangsa kita.

BACA JUGA :   Hugua Tantang Generasi Millenial Gelar Event Kreatif

Sebagai Mahasiswa apakah kita akan diam dan termangu dalam keadan yang seperti ini? perlu diketahui bahwa Mahasiwa berbeda dengan pelajar sma yang hanya menunggu tugas dari guru mereka.

Mahasiswa juga bukan sebuah status untuk kebanggan semata. Namun mahasiswa adalah status yang disematkan terhadap dirinya sendiri, masyarakat luas juga bangsanya.

Karena itu, keberanian menyuarakan pendapat harus dijaga, kekritisan mahasiswa  tidak boleh dibungkam, dan satu hal lagi mahasiswa harus memiliki solusi lalu menyampaikan solusi tersebut kepada penguasa. Islam memiliki solusi atas segala permasalahan manusia baik dari segi sistem ekonomi, sistem politik, sistem pendidikan, sistem kesehatan yang jika diterapkan tidak akan menimbulkan permasalahan baru sebagaimana ketika diterapkannya sistem kapitalisme liberal seperti saat ini.

Bagaimana Pandangan Islam?

 “Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia di tanya tentang lima perkara (yaitu) : Tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa hartanya tersebut di belanjakan serta apa saja yang ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.” (HR. At-Tirmidzi).

Dalam al-Quran, QS Ali Imran ayat 104 Allah SWT memerintahkan untuk melakukan amar makruf nahi mungkar: “Hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyerukan kebajikan (Islam) serta melakukan amar makruf nahi mungkar. Mereka itulah kaum yang beruntung.” (TQS Ali Imran [3]: 104).

Berdasarkan ayat di atas, umat Islam harus memiliki visi dan misi politik Islam yang jelas dan tegas. Visi dan misi politik Islam itu harus diwujudkan melalui gerakan politik yang menyerukan Islam dan menyadarkan umat dengan syariah Islam secara terus-menerus. Tujuannya agar umat terdorong untuk menerapkan syariah Islam secara kâffah untuk mengatur segenap aspek kehidupan mereka.

BACA JUGA :   LPMP Sultra Salurkan Bantuan Kemendikbud di Konawe

Gerakan politik yang dimaksud semata-mata diorientasikan untuk mewujudkan segala kemaslahatan bagi umat berdasarkan syariah Islam. Itulah gerakan politik Islam yang sejak awal dijalankan oleh Baginda Nabi Muhammad saw. sepanjang perjalanan dakwah beliau.

Puncaknya, beliau berhasil meraih kekuasaan politik di Madinah yang ditandai dengan pendirian Daulah Islam yang pertama yang diorientasikan semata-mata demi melayani umat sesuai dengan syariah Islam.

Karena itu, suara mahasiswa tidak akan pernah redam dan tak gentar mengkritisi kebijakan dzolim penguasa. Mereka akan senantiasa melemparkan api kebenaran, di tengah-tengah bungkamnya suara perubahan. Karena sejatinya intimidasi, persekusi dan segala bentuk ancaman yang di berikan oleh rezim anti kritik saat ini, tidak akan mampu menghentikan suara kritis mereka.

Apalagi jika mereka berjuang bukan hanya karena saking cintanya kepada NKRI agar lebih baik lagi, namun juga sebagai wujud pertanggungjawaban atas masa mudanya dihadapan Allah SWT kelak.

Mahasiswa di seluruh Indonesia, mari kita bersatu, melawan pembungkaman suara kritis mahasiswa yang dilakukan oleh Rezim ini, melawan kriminalisasi terhadap suara kritis mahasiswa. Kita harus bersatu dan memiliki visi pergerakan yang sama! tentunya visi pergerakan dengan sudut pandang aqidah Islam. Wallahu a’lam.(***)

 

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co