Suntikan Dana ke Jiwasraya, Apa Kabar Keuangan Negara?

Yuni Damayanti
Yuni Damayanti

Oleh: Yuni Damayanti (Pemerhati Sosial Asal Konawe, Sultra)


 

Direktur Eksekutif Institute For Developmen of Economic and finance (indef) Enny Srihartati mengkritik langkah DPR RI dan pemerintah menyetujui penyuntikan  danaRp 22 Triliun ke PT Asuransi Jiwasraya (Persero) melalui skema penyertaan modal negara (PMN). Menurut Enny, DPR dan pemerintah telah melakukan kejahatan berjamaah lantaran menyelesaikan kasus Jiwasraya melalui cara yang tidak beradab.

 

Selain itu Enny juga mengatakan, umumnya pemegang sahammenyuntikkan dana ke perusahaan yang usahanya bagus atau yang sifatnya sangat strategis. Sebaliknya, penyuntikan dana tidak dilakukan ke perusahaan yang fraud seperti yang terjadi pada internal Jiwasraya. Pemberlakuan skema PMN kata Enny otomatis menutup kasus hukum Jiwasraya itu sendiri (Kompas.com, 02/10/2020).

 

Hal serupa juga disampaikan oleh koordinator Komite Sosial Ekonomi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Said Didu menyakakan pihaknya menolak suntikan modal untuk PT Asuransi Jiwasraya (Persero). “ KAMI menolak secara tegas penggunaan uang rakyat untuk menutupi PT Jiwasraya” ujar Said Didu.

 

KAMI meminta agar dana tersebut dialihkan untuk pembiayaan penanganan Covid-19 dan membantu rakyat miskin dari dampak Covid-19, selain itu KAMI juga meminta kepada penegak hukum agar membongkar secara tuntas pihak-pihak yang terlibat dalam kasus PT Jiwasraya  supaya tidak terulang lagi dimasa yang akan datang (Kompas.com, 03/10/2020).

 

Sungguh mengejutkan  langkah yang diambil pemerintah untuk menyuntikan dana sebesar Rp 22 triliyun kepada PT Jiwasraya  (persero), ditengah kondisi ekonomi negara yang sedang resesi. Terang saja, kerugian yang disebabkan oleh elit seharusnya negara tidak perlu menalanginya, apalagi saat resesi seperti ini. Alangkah lebih baiknya pemerintah  menggunakan uang itu untuk membantu  memenuhi kebutuhan rakyat, terutama obat-obatan, sebab pandemi belum juga berakhir.

BACA JUGA :   Mahasiswa Fisip UHO Terima Pembekalan Relawan Pemantau Pemilu

 

Resesi seharusnya menjadi momentum mereformasi sitem ekonomi, bukan justru menghidupkan sektor ribawi dengan menyuntikkan dana yang dikorup oleh para elit.Hal itu pun menjadi tanya tanya besar,Apakah setelah dilakukan penyuntikan dana masyarakat yang terlibat dalam asuransi terjamin kebutuhan yang mereka asuransikan? Nyatanya tidak,  sebab kapitalisme membuat negara hadir bukan sebagai pelayan umat melainkan sebatas regulator saja. Negara dalam sistem kapitalisme tidak menjamin keberlangsungan hidup masyarakat seperti pendidikan, keamanan, masa tua dan sebagainya.

 

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co