Tak Sekedar Boikot, Demokrasi Harus Dicabut!

Risnawati
Risnawati

Oleh : Risnawati, S.Tp (Pegiat Opini Kolaka)


 

Lagi-lagi, mengapa Negara tidak menganggap penting persoalan penista agama ini ? Negara selalu membiarkan narasi-narasi menghinakan Islam terus berkembang tanpa memberi solusi tuntas terhadap pelaku penista agama ini, sungguh Miris!

Dilansir dari laman Mediaumat.news Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan kaum Muslimin di Indonesia maupun dunia untuk memboikot semua produk yang berasal dari Prancis lantaran Presiden Immanuel Macron dengan sombong tetap bersikukuh penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang dilakukan pemerintah dan sebagian rakyat Prancis sebagai bentuk dari kebebasan berpendapat.

“MUI menyatakan sikap dan menghimbau kepada umat Islam Indonesia dan dunia untuk memboikot semua produk yang berasal dari Prancis,” tegas Dewan Pimpinan MUI dalam pers rilis yang ditandatangani Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaidi, M.A. dan Sekretaris Jenderal MUI Dr. H. Anwar Abbas, M.M., M.Ag., Jumat (30/10/2020) di Jakarta.

MUI juga mendukung sikap Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan anggotanya seperti Turki, Qatar, Kuwait, Pakistan, Bangladesh, yang telah memboikot semua produk negara Prancis.

Selain memboikot, MUI juga menghimbau para khatib khutbah tentang penolakan penistaan terhadap Nabi Muhammad SAW. “Dihimbau agar semua khatib/dai/mubalig/ustaz agar menyampaikan pesan materi Khutbah Jumat untuk mengecam dan menolak terhadap penghinaan atas diri Rasulullah Muhammad SAW,” sarannya.

Selain itu, MUI pun mendesak pemerintah untuk menarik Dubes RI di Paris untuk sementara waktu. “Mendesak kepada pemerintah RI untuk melakukan tekanan dan peringatan keras kepada Pemerintah Prancis serta mengambil kebijakan untuk menarik sementara waktu Duta Besar RI di Paris hingga Presiden Immanuel Macron mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada umat Islam sedunia,” tegas MUI.

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co