Tambak Warga Tercemar Limbah Industri PT OSS dan PT VDNI, Bukti Sengkarutnya Pengelolaan SDA ala Kapitalisme

Sulastri
Sulastri

Oleh: Sulastri  (Pemerhati Masalah Umat)


 

Kehadiran mega industri berbendera Tiongkok di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, membawa pengaruh signifikan di segala sendi kehidupan masyarakat, khususnya yang berdomisili di area lingkar tambang.

 

Warga yang dulunya mayoritas petani, sebagian beralih profesi menjadi pekerja tambang di PT VDNI dan PT OSS. Banyak pula warga lain memilih membuka usaha warung makan, bengkel maupun kos-kosan di sekitar kompleks tambang.

 

Dari sisi ekonomi, keberadaan perusahaan tambang dapat meningkatkan taraf hidup warga pribumi yang dipekerjakan di perusahaan tersebut.

 

Penghasilan mereka naik jika dibandingkan saat masih menggarap ladang. Sama halnya usaha warung makan, bengkel dan rumah kontrakan, hasilnya menggiurkan setelah adanya pabrik di Morosi.

 

Tim peneliti beranggotakan empat dosen Universitas Halu Oleo (UHO), mencoba menilik lebih jauh terhadap dampak lain hadirnya mega industri di Morosi.

 

Aktivitas penambangan jelas memiliki sisi positif juga sisi negatif. Berdasarkan wawancara lapangan kepada beberapa warga desa Porara, ia menyebut, umumnya warga setempat mengaku hadirnya tambang cukup memberikan keuntungan ekonomi. Terbukanya lapangan kerja, peluang usaha serta tersedianya sarana dan prasarana wilayah, merupakan dampak positif keberadaan perusahaan tambang tersebut.

 

Selain dampak positif, lanjutnya, keberadaan perusahaan tambang di Desa Porara, kecamatan Morosi, juga memberikan dampak negatif.

BACA JUGA :   Koltim Buka Lowongan CPNS dan P3K untuk 852 Formasi

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co