Tawaran Utang Atas Nama Investasi

Oleh : Fina Restiar

(Mahasiswi Universitas Muhamadiyah Buton)

 

OPINI : Gurita penjajahan asing-aseng sudah sangat membahayakan negara. Terbukti dengan adanya dominasi asing-aseng diberbagai sektor di tanah air.

Dengan dalih investasi, Pemerintah mengizinkan masuknya pemodal asing ke negeri ini. Sehingga para asing-aseng makin leluasa menguasai dan memiliki aset-aset di negeri ini, baik di bidang properti, perkebunan, pertambangan, perbankan, dan lain-lain juga termasuk sektor pelayanan publik seperti kesehatan dan pendidikan.

Tidak hanya itu, utang luar negeri juga semakin membengkak. Benar, Utang luar negeri yang notabene adalah sumber pemasukan utama negeri ini kian hari kian mengkhawatirkan.

Bagaimana tidak, dalam kurun waktu 6 tahun (2012-2016) utang Indonesia bukan berkurang, tetapi bertambah rata-rata pertahun sebesar 13,5%. (Sumber : Kemenkeu.go.id). Namun begitu, utang ribawi dengan bunga yang sangat tinggi tak membuat pemerintah kapok untuk terus berutang.

Dilansir dari TRIBUNWOW.COM – Mantan Direktur LP3ES Rustam Ibrahim mengungkapkan, pada sebuah rangkaian acara IMF-World Bank Annual Meeting 2018, Indonesia berhasil mendapatkan investasi dengan nilai ratusan triliun rupiah. Hal tersebut disampaikan Rustam Ibrahim melalui laman Twitter @RustamIbrahim, Kamis (11/10/2018).

Dalam kicauannya itu, Rustam menginformasikan bahwa pemerintah melalui 14 BUMN telah menandatangani perjanjian kerja sama investasi dengan berbagai perusahaan internasional. Rustam Ibrahim menyebutkan, nilai kesepakatan investasi yang disepakati itu mencapai Rp 202 triliun, Ia juga menyebutkan bahwa investasi tersebut merupakan untuk proyek-proyek infrastruktur.

BACA JUGA :   Kohati Badko Sultra Angkat Bicara Soal Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi IAIN Kendari

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co