Tembusi Kubangan Lumpur DPRD dan Wartawan Tiba Diperbatasan Konawe – Koltim

KABUPATEN KONAWE – KALOSARA NEWS.COM : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe melalui Komisi II DPRD Konawe turun meninjau jalan rusak penghubung Kabupaten Konawe dan Kolaka Timur yang berada di Kecamatan Asinua/Latoma.

Kunjungan itu dalam rangka pendataan jalan rusak yang menjadi kewenangan daerah konawe. Kunjungan kerja dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II, H. Ardin, serta dua anggotanya, Irawaty Umar Tjong dan Abdul Rakhman. Selain dari pihak legislatif juga di hadiri oleh tim teknis dari eksekutif perwakilan Dinas Pekerjaan Umum.

Dapat kami ceritakan, perjalanan dari Ibu Kota Konawe ke Latoma (perbatasan Konawe – Kolaka Timur) bersama awak media tersebut diselingi dengan gerimis. Kondisi tersebut membuat jalan makin terasa tak menyenangkan untuk dilintasi.

Dalam perjalan itu, tim sesekali turun dari mobil, karena khawtir akan terjadi hal yang tidak diinginkan, selain menghindari musiba dua Anggota DPRD H. Ardin dan Irawati harus rela membuka alas kaki, lalu berjalan kaki untuk melewati kubangan lumpur yang dilalui.

Ditenga perjalanan yang sangat menguras tenaga itu, mereka sesekali terlihat mengabadikan perjalan tersebut dengan cara selfie, bahkan keduanya sempat mendorong mobil yang mereka tumpangi, karena tersangkut akibat licinnya medan.

Sepanjang jalan, ada beberapa jembatan yang rusak dan terpaksa harus menggunakan jembatan darurat. Kondisi itu tentu sangat membahayakan bagi tim atau pengguna jalan lainnya, apalagi dengan kondisi hujan di sepanjang perjalanan. Sementara untuk kondisi jalanannya terdapat beberapa kubangan lumpur yang menyeramkan, Becek, lumpur dan genangan air yang dalam harus dilewati oleh pengendara.

Bahkan di beberapa titik, ada jalan yang dilintasi anak sungai tanpa adanya jembatan kecil atau deker. bahkan Ada juga got-got di tengah jalan yang terbentuk sendiri akibat erosi ketika musim penghujan seperti saat ini.

 

Ketgam – Foto Bersama Anggota DPRD dan Pers di perbatasan Kabupaten Konawe – Kolaka Timur/Rj

Akibat kondisi jalan yang parah itu, perjalanan ke Latoma menjadi lebih lama. Jarak tempuhnya hampir tiga jam untuk sampai di perbatasan Konawe dan Kolaka Timur di jembatan terpanjang Sultra.

Ketgam : Anggota DPRD dan pers saat mendorong mobil yang tersangkut akibat dalamnya kubangan Lumpur/Rj

 

Menanggapi hal tersebut, H. Ardin mengatakan, jalan poros Asinua – Latoma merupakan kewenangan dari pemerintah provinsi. Menurutnya, jalan yang menjadi tanggungan kabupaten hanyalah jalan sebelah kanan ke arah ibu kota Kecamatan Latoma setelah jembatan Bahteramas

 

“Untuk jalan rusak ke Latoma yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, hari ini kami data. Kebetulan ada dari PU juga hari ini yang membersamai kami. Kalau bukan di anggaran perubahan ini kami alokasikan dana perbaikan jalannya, itu akan kami alokasikan tahun 2018,” jelasnya yang di dampingi oleh Irawati dan Abdul Rackman kamis ( 27/07/2017) sekitar pukul 03: 13 wita

 

Ketgam : Perjalanan menuju Kecamatan Latoma

Terkait penanganan darurat jalan Asinua – Latoma, Ardin mengungkapkan, pihak Pemda tetap akan bertanggungjawab. Khususnya, dalam melakukan perbaikan sementara pada titik yang rusak parah.”Untuk masalah ini, kami akan lakukan penanganan yang bersifat insidentil. Kami akan meminta PU untuk mengerahkan alat beratnya di lokasi-lokasi yang parah,” terangnya.

Kata Ardin, Pihaknya juga akan membawa laporan perjalanan hari ini ke DPRD Sultra. Ia akan meminta PU Konawe agar membawa masalah tersebut dalam rapat koordinasi dengan PU Provinsi. “Kita sebenarnya berharap pihak DPRD Provinsi Dapil Konawe juga bisa memberikan perhatian. Bahwa di sini ada masyarakat yang butuh sentuhan dari apa yang menjadi kewenangan mereka,”

Reporter : Randa
Editor : Redaksi

error: Hak Cipta dalam Undang-undang