Tontonan Tak mendidik, sedang Membidik Generasi


Oleh : Asma’ul Chusnah  (Komunitas Peduli Generasi)


Jakarta-Penayangan sinetron Dari Jendela SMP yang diadaptasi dari cerita novel karya Mira W disebuah stasiun televisi swasta nasional masih menjadi perdebatan publik. Sejumlah warganet menilai cerita novel terlalu vulgar dan tidak pantas diangkat ke layar kaca lantaran terdapat kisah kehamilan diluar pernikahan pada seorang gadis belia. (Tagar.Id).

 Generasi muda saat ini dihadapkan dengan segala produksi ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga segalanya mudah untuk diakses. Begitupun dengan produk-produk yang ditawarkan salah satunya melalui dunia perfilman.

Dunia perfilman adalah salah satu media yang berpengaruh pada tuntutan perilaku dan gaya hidup para generasi. Namun faktanya saat ini industri perfilman menggempur kaum muda dengan produksi film yang tidak mendidik yaitu film sekuleris yakni pemisahan agama dari kehidupan yang tidak  memandang halal dan haram. Tanpa disadari dengan adanya film-film tersebut  penjajahan  dan serangan pemikiran yang dilakukan oleh barat dalam menghancurkan generasi muda, sehingga para generasi tertarik dan terjerumus.

Ini membuktikan bahwa sistem hari ini telah gagal dalam melindungi generasi. Dan tentunya yang menjadi masalah adalah penerapan sistem hari ini. Yang mana penerapan sistem hari ini memberikan jaminan kebebasan kepada siapapun. Dengan adanya kebebasan tersebut tak tanggung-tanggung  dilakukan dalam mengepresikan segala hal meskipun melanggar syariat Islam.

Seharusnya disini dibutuhkan peran dari Negara dalam mengatur program televisi yang ditayangkan. Seharusnya media perfilman dijadikan sebagai education dan kurikulum yang terbaik dalam mencerdaskan generasi.

Islam Menjaga Generasi

Islam adalah agama yang mengatur segala aspek kehidupan manusia dan agama yang sempurna, dan dengan kesempurnaannya dijadikan sebagai agama rahmatan lil’alamin yang memberi rahmat bagi seluruh umat manusia. Didalam Islam terdapat 3 pilar dalam pembentukan masyarakat yang berakhlak.

Pertama, ketakwaan individu. Dalam pembinaan individu bisa dilakukan oleh orang tua. Dalam Islam orang tua adalah madrasah pertama bagi putra dan putrinya. Orang tua memiliki kewajiban dalam mendidik anaknya tentang pemahaman syariat-syariat Islam.

Kedua, Adanya kontrol masyarakat. Masyarakat juga memiliku kewajiban dalam melindungi para generasi, dari pengaruh beragam konten-konten atau media yang dapat mempengaruhi atau merusak moral generasi.

Ketiga, Negara.  Negara seharusnya menjadi benteng utama dalam melindungi generasi muda. Karena dalam islam seorang pemimpin adalah pelindung (junnah) yang sesungguhnya harus melindungi rakyatnya, atau generasi muda, dari berbagai serangan pemikiran yang dapat merusak generasi.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya al-imam (khalifah) itu perisai. Dimana orang-orang akan berperang dibelakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan kekuasaannya” (H.R Al-Bukhari,Muslim,Ahmad, Abu Dawud).

Tentunya itu semua dapat terwujud dengan diterapkannya sistem Islam yang paripurna , yang melindungi para generasi dan mewujudkan para generasi muda, yang cerdas, dan memiliki kepribadian Islam. Wallahu’alam bisshawab.


error: Hak Cipta dalam Undang-undang