TP PKK Konawe Salurkan 195 Paket Sembako di Dua Desa

Ketgam : Tim Penggerak (TP) Konawe bersama menyerahkan sembako pada warga.
Ketgam : Tim Penggerak (TP) Konawe bersama menyerahkan sembako pada warga.

Reporter : Rj | Editor : Armin | Publizher : Iksan


KALOSARA NEWS :  Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra),  menyalurkan 195 Paket sembako di dua desa yakni,  yakni di desa Anggoro kecamatan Abuki dan desa Bendewuta kecamatan Wonggeduku. Kamis, 23/07/2020.

Ketua TP PKK Konawe Titin Nurbaya Saranani mengatakan, debit air genangan di desa Anggoro dan desa Bendewuta sampai saat ini masih tinggi. Akibatnya, mayoritas warga masih menempati tempat-tempat pengungsian serta mulai mengeluh demam dan gatal-gatal.

Ketgam : Tim Penggerak (TP) Konawe penyerahan sembako ke warga
Ketgam : Tim Penggerak (TP) Konawe penyerahan sembako ke warga

“Kita juga dapat kabar, warga disana membuat tempat tinggal swadaya di pinggir-pinggir jalan. Kita mau lihat seperti apa kondisi warga di desa Anggoro dan Bendewuta, sekaligus memberikan bantuan sembako bagi para pengungsi,” ujar Titin Nurbaya Saranani, Kamis (23/7), usai menyalurkan paket sembako di desa Anggoro dan Bendewuta.

Istri Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa itu menyebut, 195 paket sembako yang disalurkan di dua desa itu bersumber dari sumbangan sukarela pengurus PKK. Selain itu, ada pula bantuan dari pengurus Sharma Wanita Persatuan (DWP) kabupaten Konawe. Paket sembako yang dibagikan itu berupa beras, mie instan, gula pasir, teh kotak dan ikan kaleng.

 

Ketgam : Tim Penggerak (TP) Konawe penyerahan sembako
Ketgam : Tim Penggerak (TP) Konawe penyerahan sembako

“Kekurangannya nanti akan ditambah pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe. Bantuan logistik memang sangat dibutuhkan bagi warga terdampak banjir,” tutur Titin Nurbaya Saranani.

Untuk diketahui, ada 19 kecamatan di Konawe masih terdampak banjir. Data terakhir, 1.113 kepala keluarga (KK) dari 4.009 KK terdampak banjir se-Konawe.  Warga angkat kaki dari rumah dan tinggal sementara di tenda-tenda pengungsian. Warga di pengungsian kini mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk bertahan hidup hingga genangan air surut.


error: Hak Cipta dalam Undang-undang