Untuk Pembangunan Mesjid, Kades Lambai Tak Terima Gaji Selama 6 Tahun

KABUPATEN KOLAKA UTARA – SULAWESI TENGGARA

KALOSARA NEWS: Andi Baso Simpuang Kepala Desa Lambai, Kecamatan Lambai, Kabupaten Kolaka Utara ( Kolut ) menghibahkan gaji pokoknya sebagai kepala desa untuk keperluan pembangunan Mesjid Raya Lambai.

Sebagai desa yang definitive, ia akan menghibahkan gajinya selama menjadi kepala Desa Lambai  untuk  enam tahun masa kerja yakni,  pada tahun 2017 hingga tahun 2022 mendatang.

Kepada Wartawan Media Ini, Andi Baso Simpuang menuturkan, sebelum ia terpilih sebagai kepala Desa Lambai, ia telah membicarakan ke ingianan muliahnya itu pada keluarga, baik itu isteri, orang tua, keluarga dekat, tokoh agama, tokoh pemuda serta berbagai pihak di Desa Lambai.

Menurut bapak 4 orang anak ini,  itu adalah tantangan tersendiri apalagi sebagai pelayan masyarakat, hibahkan gaji untuk mesdjid bukan tanpa alasan, wilayah yang ia pimpin masjidnya belum maksimal untuk menampung warga yang mayoritas muslim dalam beribadah.

Menurutnya, karena dana untuk pembangunan mesjid, baik Alokasi Dana Desa ( ADD ) maupun Dana Desa ( DD ) tidak ada untuk di anggarkan, dana untuk  pembangunan tempat Ibadah hanya ada dana umat atau sumbangan warga, itupun dananya terbatas sumbangannya, sementara gaungnya masyarakat ada pada simbol mesjid, 

 

Ketgam : Kepala Desa Lambai Andi Baso Simpuang bersama Isteri Sulmidawati,S.Pd
Ketgam : Kepala Desa Lambai Andi Baso Simpuang bersama Isteri Sulmidawati,S.Pd

” sebenarnya ada pro dan kontra di Desa Lambai,  kalau saya hibahkan seluruh gaji pokok saya, lantas mau makan apa,  bekerjakan untuk di gaji bukan untuk gratis, itu persi masyarakat, tapi persi saya lain, sebelum jadi kades, saya seorang pengusaha dan terpenuhi kebutuhan keluarga baik sandang maupun pangan, tapi niat saya telah bulat dan ihklas intuk menghibahkan gaji Rp 2.300.000 x  72 bulan ke mesjid selama 6 tahun ,” kata Andi Baso Simpuang,

Menurutnya, berniat menjadi pemimpin nomor satu di Desa Lambai, hal tersebut di respon dengan  baik berbagai pihak terutama istri dan orang tua di siwa ( Sulsel ), karena masyarakat mengiginkan maju sebagai Kepala Desa.

 ” Alhamdulillah kemarin saya terpilih, dan resmi telah di lantik bulan kemarin, gaji pakok saya selama 6 tahun saya sumbangkan ke mesjid, tidak ada tendensi lain atau pencitraan, itu dari lubuk hati yang paling dalam terpanggil, ” tutup suami Sulmidawati,S.Pd ini.

Reporter : Bahar

Editor : Redaksi

error: Hak Cipta dalam Undang-undang